Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 86-53-3

1-Naphthonitrile TCI N0038

1-Naphthonitrile TCI N0038

Identitas Kimia

No. CAS
86-53-3
PubChem
CID 6846·SID 87573448
Rumus molekul
C11H7N
Berat molekul
153.18 g/mol
Kemurnian
>95.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
naphthalene-1-carbonitrile
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)C=CC=C2C#N
InChIKey
YJMNOKOLADGBKA-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.279.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.279.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0038 1-Naphthonitrile dengan nomor CAS 86-53-3 adalah senyawa aromatik yang membawa gugus nitril pada posisi alfa cincin naftalena, dikenal pula sebagai 1-sianonaftalena. Di laboratorium sintesis organik, senyawa ini berfungsi sebagai blok pembangun serbaguna karena gugus nitril dapat diubah menjadi berbagai gugus fungsi lain, mulai dari asam karboksilat, amida, aldehida, amina primer, hingga cincin heterosiklik seperti tetrazol. Kehadirannya memungkinkan peneliti membangun kerangka naftalena tersubstitusi tanpa harus melalui jalur sianasi yang rumit dan memerlukan reagen berbahaya.

Karakteristik yang membuat senyawa ini dipilih adalah reaktivitas gugus nitril yang tinggi namun terkendali, kestabilan kerangka naftalena terhadap banyak kondisi reaksi, serta kelarutan yang baik dalam pelarut organik umum seperti diklorometana, toluena, dan tetrahidrofuran. Posisi alfa memberi lingkungan sterik yang berbeda dari isomer beta, sehingga produk hidrolisis maupun reduksinya memiliki pola reaktivitas lanjutan yang khas. Kemurnian yang konsisten penting pada pekerjaan ini, karena sisa pengotor aromatik sering sulit dipisahkan dari produk akhir dan dapat mengganggu penafsiran data spektroskopi.

Di Indonesia, bahan ini banyak dipakai pada laboratorium kimia organik sintetik di universitas dan lembaga penelitian, khususnya pada riset sintesis senyawa bioaktif, ligan, dan bahan fungsional berbasis naftalena. Kemasan 25 g sesuai dengan pola penelitian yang menggunakan bahan dalam skala milimol, sehingga satu kemasan dapat menopang beberapa rangkaian percobaan sekaligus. Ukuran ini juga memudahkan pengelolaan stok dan menjaga bahan tetap dalam kondisi baik sepanjang masa penelitian.

  • Prekursor asam 1-naftoat: hidrolisis gugus nitril memberikan asam karboksilat aromatik yang menjadi bahan antara penting dalam banyak jalur sintesis.
  • Sintesis amina primer aromatik: reduksi gugus nitril menghasilkan naftilmetilamina yang dipakai sebagai kerangka dasar molekul bioaktif dan ligan.
  • Pembentukan cincin tetrazol dan heterosiklik lain: gugus nitril bereaksi dengan azida atau nukleofil lain membentuk sistem cincin bernitrogen yang berguna.
  • Bahan model kajian spektroskopi: gugus nitril memberi serapan inframerah khas sehingga cocok untuk latihan penafsiran spektrum di laboratorium pengajaran.
  • Sintesis senyawa fungsional berbasis naftalena: kerangka aromatik besarnya mendukung pengembangan bahan optik, ligan, dan molekul dengan sifat elektronik tertentu.

Merek TCI
Nomor CAS 86-53-3
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g
Bentuk fisik padatan bertitik leleh rendah hingga cairan kental, bergantung suhu ruang
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi, wadah tertutup rapat

Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari oksidator kuat, asam kuat, basa kuat, serta sumber panas dan nyala api. Sebagai senyawa nitril aromatik, bahan ini harus ditangani di dalam lemari asam untuk menghindari paparan uap maupun kontak kulit. Gunakan sarung tangan yang sesuai, kacamata pelindung, dan jas laboratorium selama penimbangan dan pemindahan. Hindari mencampurnya dengan asam kuat dalam kondisi panas. Tangani tumpahan dengan bahan penyerap inert, kumpulkan dalam wadah limbah berlabel, dan jangan buang ke saluran air.

  • Al-Jalal (1990). The synthesis of azocine derivatives by the photocycloaddition of phenols to 1-naphthonitrile and 4-methoxy-1-naphthonitrile. Journal of Photochemistry and Photobiology A: Chemistry doi:10.1016/1010-6030(90)87013-2
  • Al-Jalal (1990). The photocycloaddition of 4-methoxy-1-naphthonitrile and 2-methoxy-1-naphthonitrile with acrylonitrile and 3,4-dihydro-2H-pyran: Facile additions in sunlight. Journal of Photochemistry and Photobiology A: Chemistry doi:10.1016/1010-6030(90)87076-n
  • AL‐JALAL (1995). ChemInform Abstract: Photoaddition of 4‐Methoxy‐1‐naphthonitrile to Substituted Ethenes.. ChemInform doi:10.1002/chin.199504150

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.