6-Hydroxy-2-naphthonitrile adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi organik untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam proses pembuatan senyawa heterosiklik dan senyawa aromatik yang memiliki struktur kompleks. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar (building block) yang sangat penting dalam pengembangan senyawa baru, termasuk dalam bidang farmakologi dan material kimia.
Senyawa ini memiliki struktur nitril dan hidroksil yang memberikan reaktivitas tinggi dalam berbagai reaksi kimia. Sifatnya yang stabil dalam kondisi tertentu memungkinkan senyawa ini digunakan secara luas dalam reaksi substitusi dan reaksi kondensasi. Karena struktur kimianya yang sederhana namun fleksibel, senyawa ini menjadi pilihan utama para ilmuwan dan peneliti dalam pengembangan senyawa baru.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian ilmu kimia dan farmasi. Banyak institusi pendidikan dan penelitian memanfaatkan senyawa ini untuk keperluan eksperimen yang berkaitan dengan sintesis senyawa aktif biologis. Ketersediaannya di pasar lokal juga memudahkan para peneliti dalam melakukan eksperimen yang membutuhkan bahan dasar ini.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat baru
- Reaksi kondensasi dalam pembuatan senyawa aromatik kompleks
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia baru
- Pembuatan bahan baku untuk senyawa organik yang memiliki aplikasi industri
- Penelitian tentang struktur dan reaktivitas senyawa nitril
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 52927-22-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup dan kering, serta jauh dari sumber cahaya langsung. Penyimpanan dalam suhu ruang yang stabil sangat dianjurkan. Wadah yang digunakan harus tahan terhadap bahan kimia dan tidak menyerap kelembapan. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
—
