TCI N0046 1-Naphthyloxyacetic Acid (CAS 2976-75-2) adalah senyawa organik golongan asam ariloksiasetat yang tersusun dari inti naftalena yang terhubung ke gugus asam asetat melalui jembatan eter. Di laboratorium, bahan ini berperan sebagai building block non-heterosiklik sekaligus sebagai zat pengatur tumbuh sintetik yang meniru kerja auksin alami pada jaringan tanaman. Peneliti memanfaatkannya untuk menyiapkan larutan induk pada percobaan kultur jaringan, studi perkembangan buah, serta sebagai bahan awal dalam sintesis turunan naftalena yang lebih kompleks. Kehadirannya di rak reagen membuat satu bahan dapat melayani dua jalur pekerjaan sekaligus, yaitu fisiologi tumbuhan dan kimia sintesis organik.
Karakteristik yang membuat senyawa ini banyak dipilih adalah kombinasi antara inti aromatik yang stabil dan gugus karboksilat yang reaktif serta mudah dimodifikasi. Gugus asam karboksilat memungkinkan pembentukan garam, ester, maupun amida melalui reaksi yang sudah sangat mapan prosedurnya, sementara jembatan eter aril menjaga kerangka molekul tetap kokoh selama transformasi berlangsung. Kelarutannya yang lebih baik dalam pelarut organik polar dan dalam larutan basa encer dibandingkan air murni memberi keleluasaan bagi analis untuk menyiapkan larutan induk sesuai kebutuhan percobaan. Sifat padatannya yang mudah ditimbang juga menyederhanakan penyiapan konsentrasi kerja secara berulang dengan hasil yang konsisten antarbatch percobaan.
Di laboratorium Indonesia, bahan ini banyak dijumpai pada kegiatan riset pertanian, bioteknologi tanaman, dan program kultur jaringan di perguruan tinggi maupun balai penelitian. Iklim tropis yang lembap menuntut perhatian ekstra terhadap penyimpanan agar padatan tidak menggumpal, sehingga wadah tertutup rapat menjadi keharusan. Kemasan 10 g umumnya sudah memadai untuk kebutuhan riset skala laboratorium yang menggunakan larutan induk berkonsentrasi rendah, sekaligus menjaga agar bahan tidak tersimpan terlalu lama sebelum habis terpakai.
- Penyiapan larutan zat pengatur tumbuh untuk kultur jaringan tanaman, karena senyawa ini bekerja menyerupai auksin sehingga dapat menstimulasi respons perakaran dan pemanjangan sel pada eksplan.
- Studi fisiologi perkembangan buah, sebab molekul ini dapat digunakan sebagai perlakuan terkendali untuk mengamati pengaruh senyawa auksinik terhadap pembentukan dan retensi buah pada tanaman uji.
- Bahan awal sintesis turunan naftalena, karena gugus karboksilatnya siap diesterifikasi maupun diamidasi untuk membangun pustaka senyawa dengan kerangka aromatik yang seragam.
- Bahan rujukan pada pengembangan metode kromatografi, karena inti naftalenanya menyerap kuat di daerah ultraviolet sehingga memudahkan deteksi pada detektor UV maupun photodiode array.
- Percobaan hubungan struktur-aktivitas senyawa auksinik, karena posisi substitusi pada cincin naftalena dapat dibandingkan langsung dengan analog lain untuk menjelaskan kontribusi tiap gugus.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 2976-75-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 10 g |
| Bentuk fisik | padatan kristalin (mengacu pada lembar data dan sertifikat analisis pabrikan) |
| Penyimpanan | simpan di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya, dalam wadah tertutup rapat |
Simpan wadah asli dalam keadaan tertutup rapat di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Gunakan wadah kaca gelap atau wadah plastik kimia yang kompatibel bila perlu dilakukan pemindahan, dan hindari kontak dengan basa kuat maupun oksidator kuat. Penimbangan sebaiknya dilakukan di ruang berventilasi baik atau di dalam lemari asam untuk mencegah terhirupnya debu halus. Kenakan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan pelindung mata selama penanganan. Tutup kembali wadah segera setelah pengambilan agar kelembapan ruangan tidak memicu penggumpalan, dan beri label tanggal pembukaan pertama pada wadah.
- Li dkk. (2000). Comparison of non-protected fluid room temperature phosphorescence properties of α-naphthyloxyacetic acid and β-naphthyloxyacetic acid. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/s0003-2670(00)01152-1
- European Food Safety Authority (2011). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of the active substance 2‐naphthyloxyacetic acid. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2011.2152
- Kokkinou dkk. (2001). Structure of the complex of β-cyclodextrin with β-naphthyloxyacetic acid in the solid state and in aqueous solution. Carbohydrate Research doi:10.1016/s0008-6215(01)00072-6
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
