Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 120-23-0

2-Naphthyloxyacetic Acid TCI N0045

2-Naphthyloxyacetic Acid TCI N0045

Identitas Kimia

No. CAS
120-23-0
PubChem
CID 8422·SID 87573453
Rumus molekul
C12H10O3
Berat molekul
202.21 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-naphthalen-2-yloxyacetic acid
SMILES
C1=CC=C2C=C(C=CC2=C1)OCC(=O)O
InChIKey
RZCJYMOBWVJQGV-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 848.400,00
Harga reguler Harga obral Rp 848.400,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI N0045 2-Naphthyloxyacetic Acid dengan nomor CAS 120-23-0 adalah senyawa aromatik yang terbentuk dari penggabungan gugus 2-naftiloksi dengan rantai asam asetat, sering disingkat BNOA atau dikenal sebagai asam beta-naftoksiasetat. Senyawa ini terkenal sebagai zat pengatur tumbuh sintetik yang bekerja menyerupai auksin, sehingga banyak dipakai pada penelitian fisiologi tumbuhan dan kultur jaringan. Selain itu, kerangka eter aromatik dan gugus asam karboksilatnya menjadikan senyawa ini blok pembangun yang berguna dalam sintesis organik untuk membuat ester, amida, dan turunan terfungsionalisasi lainnya.

Sifat yang membuatnya banyak dipilih adalah aktivitas auksinnya yang stabil dan tidak mudah terurai dibandingkan auksin alami, sehingga pengaruhnya pada jaringan tanaman dapat bertahan lebih lama dalam satu perlakuan percobaan. Gugus asam karboksilat memungkinkan pembuatan larutan stok dengan bantuan basa encer atau pelarut organik yang ringan, lalu diencerkan ke dalam medium kultur. Bentuk padatan kristalnya stabil pada suhu ruang bila terlindung dari lembap dan cahaya, dan kemurnian yang konsisten penting karena respons jaringan tanaman sangat peka terhadap konsentrasi serta kehadiran pengotor bioaktif.

Di Indonesia, senyawa ini sangat relevan bagi laboratorium kultur jaringan tanaman, program studi agronomi dan bioteknologi pertanian, serta lembaga penelitian hortikultura yang mengkaji perbanyakan tanaman dan pembentukan akar. Kemasan 25 g memenuhi kebutuhan percobaan skala laboratorium yang umumnya memakai bahan dalam kadar sangat rendah per liter medium, sedangkan kemasan 500 g sesuai untuk laboratorium kultur jaringan yang menyiapkan medium secara rutin dalam jumlah besar sepanjang tahun.

  • Zat pengatur tumbuh pada kultur jaringan tanaman: berperan sebagai auksin sintetik yang memacu pembentukan akar dan pertumbuhan kalus pada medium.
  • Penelitian fisiologi tumbuhan: dipakai untuk mempelajari respons jaringan terhadap auksin, termasuk pemanjangan sel dan diferensiasi organ tanaman.
  • Kajian perbanyakan vegetatif: digunakan pada percobaan perakaran stek untuk membandingkan efektivitas berbagai zat pengatur tumbuh sintetik.
  • Bahan baku sintesis organik: gugus asam karboksilatnya mudah diubah menjadi ester dan amida sebagai jalur menuju turunan aromatik terfungsionalisasi.
  • Penyusunan medium percobaan terkontrol: kestabilannya dalam medium membantu peneliti menjaga konsentrasi perlakuan tetap konsisten selama masa inkubasi berlangsung.

Merek TCI
Nomor CAS 120-23-0
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25 g, 500 g
Bentuk fisik padatan kristal
Penyimpanan simpan di tempat sejuk, kering, dan terlindung cahaya dalam wadah tertutup rapat

Simpan bahan di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik dengan wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya matahari langsung serta jauh dari basa kuat dan oksidator. Gunakan spatula bersih dan kering pada setiap pengambilan agar larutan stok yang dibuat tidak terkontaminasi, mengingat percobaan kultur jaringan sangat peka terhadap pengotor. Larutan stok sebaiknya disimpan dalam botol tertutup di lemari pendingin dan diberi label tanggal pembuatan. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, serta hindari menghirup debu halus saat menimbang bahan dalam jumlah kecil.

  • Li dkk. (2000). Comparison of non-protected fluid room temperature phosphorescence properties of α-naphthyloxyacetic acid and β-naphthyloxyacetic acid. Analytica Chimica Acta doi:10.1016/s0003-2670(00)01152-1
  • European Food Safety Authority (2011). Conclusion on the peer review of the pesticide risk assessment of the active substance 2‐naphthyloxyacetic acid. EFSA Journal doi:10.2903/j.efsa.2011.2152
  • Kokkinou dkk. (2001). Structure of the complex of β-cyclodextrin with β-naphthyloxyacetic acid in the solid state and in aqueous solution. Carbohydrate Research doi:10.1016/s0008-6215(01)00072-6

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.