2,3,5-Triiodobenzoic Acid adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia dan analisis laboratorium. Bahan ini merupakan asam benzoat yang memiliki tiga atom iodium yang terikat pada posisi 2, 3, dan 5. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai bahan baku untuk sintesis senyawa kompleks, serta sebagai reagen dalam reaksi substitusi elektrofilik. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia.
2,3,5-Triiodobenzoic Acid memiliki sifat kimia yang unik, yaitu keasaman dan kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsi lain. Iodium yang terikat pada struktur molekulnya memberikan sifat reaktivitas yang tinggi, tetapi tetap terkendali. Senyawa ini juga memiliki kelarutan yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan dalam proses pelarutan dan reaksi. Karena sifat tersebut, senyawa ini sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai reaksi kimia yang memerlukan kestabilan dan reaktivitas yang terukur.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan oleh peneliti dan mahasiswa dalam berbagai bidang seperti kimia organik, analisis kimia, dan sintesis senyawa kompleks. Bahan ini juga sering ditemukan dalam eksperimen kimia yang memerlukan reagen dengan sifat reaktivitas tinggi dan stabilitas yang baik. Dengan adanya bahan ini, para peneliti dapat melakukan eksperimen secara lebih efisien dan akurat.
Kelebihan (brosur TCI)
- Menghambat pengikatan Dansylamide (situs I) dan Dansylglycine/BD140 (situs II) pada uji brosur
Brosur TCI (PDF)
- Fluorescent Probes for the Characterization of Two Specific Drug Binding Sites on HSA 2025-04-01 · hal. 4
- Iodinated Phenol/Benzoic Acid/Benzaldehyde Building Blocks 2024-11-15 · hal. 2
- Plant Hormones 2025-01-30 · hal. 1
- Agrochemical Ingredients for Research and Experimental Use 2026-01-08 · hal. 7
- Plant Research Reagents 2026-02-24 · hal. 13
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 55
- Digunakan dalam sintesis senyawa organik kompleks sebagai bahan baku
- Cocok untuk reaksi substitusi elektrofilik dalam kimia organik
- Berperan dalam analisis kualitatif dan kuantitatif senyawa iodium
- Dapat diaplikasikan dalam studi reaktivitas senyawa aromatik
- Digunakan sebagai reagen dalam proses pengendapan dan analisis kimia
Dari brosur TCI
- Obat situs I dan II pada uji pengikatan HSA
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 88-82-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, jauh dari paparan cahaya dan kelembapan. Karena sifat kimianya yang reaktif, sebaiknya bahan ini disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penggunaan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Hindari kontak langsung dengan kulit dan mata.
- Yuan dkk. (2002). Naphthalene Acetic Acid and 2,3,5-triiodobenzoic Acid Affect the Response of Mature Orange Fruit to Abscission Chemicals. HortScience doi:10.21273/hortsci.37.2.348
- Gould dkk. (1991). Modification of Pea Leaf Morphology by 2,3,5-Triiodobenzoic Acid. Botanical Gazette doi:10.1086/337872
- Sturzu dkk. (2009). Cell Nucleus Directed 2,3,5-triiodobenzoic Acid Conjugates. Medicinal Chemistry doi:10.2174/157340609788681485
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
Referensi dari brosur TCI
- Jamie Ghuman. Structural Basis of the Drug-binding Specificity of Human Serum Albumin Journal of Molecular Biology, 2005. doi:10.1016/j.jmb.2005.07.075
- Masaki OTAGIRI. Study on Binding of Drug to Serum Protein YAKUGAKU ZASSHI, 2009. doi:10.1248/yakushi.129.413
