Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 618-51-9

3-Iodobenzoic Acid TCI I0052

3-Iodobenzoic Acid TCI I0052

Identitas Kimia

No. CAS
618-51-9
PubChem
CID 12060·SID 87571457
Rumus molekul
C7H5IO2
Berat molekul
248.02 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
3-iodobenzoic acid
SMILES
C1=CC(=CC(=C1)I)C(=O)O
InChIKey
KVBWBCRPWVKFQT-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 875.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 875.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

3-Iodobenzoic Acid dari TCI adalah asam benzoat yang tersubstitusi atom iodium pada posisi meta. Senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun serbaguna yang menyediakan dua titik kerja terpisah, yaitu gugus karboksil yang dapat diubah menjadi ester, amida, atau klorida asam, dan atom iodium yang siap memasuki reaksi kopling berkatalis logam transisi. Di laboratorium, kombinasi itu dimanfaatkan untuk membangun rangka aromatik bercabang dengan geometri sudut, yang berguna ketika peneliti ingin menghindari struktur linier sederhana dan memperoleh bentuk molekul yang lebih terarah.

Karakteristik yang menjadi alasan pemilihannya adalah stabilitas padatan kristalinnya yang memudahkan penyimpanan dan penimbangan, dipadukan dengan reaktivitas ikatan C–I yang tetap tinggi. Posisi meta membuat atom iodium tidak terpengaruh secara langsung oleh efek penarikan elektron gugus karboksil sekuat pada isomer orto atau para, sehingga perilaku reaksinya relatif dapat diprediksi. Gugus karboksil sendiri merupakan pegangan sintetis yang sangat fleksibel, baik untuk membentuk ikatan amida menggunakan pereaksi kopling maupun untuk berkoordinasi dengan ion logam dalam pembentukan kerangka koordinasi.

Di laboratorium Indonesia, 3-Iodobenzoic Acid digunakan pada riset sintesis organik, kimia koordinasi, serta pengembangan material berpori seperti kerangka logam-organik. Laboratorium kimia medisinal memanfaatkannya untuk menyiapkan fragmen aromatik yang kemudian dikembangkan melalui reaksi kopling. Tersedianya kemasan 5 g dan 25 g memudahkan penyesuaian antara kebutuhan penjajakan awal dan sintesis berulang berskala menengah.

  • Reaksi kopling Suzuki, Heck, dan Sonogashira, karena atom iodium meta memberikan titik reaksi yang aktif untuk memperluas kerangka aromatik molekul.
  • Sintesis amida dan ester terfungsionalisasi, sebab gugus karboksil mudah diaktifkan dan disambungkan dengan amina maupun alkohol secara terkendali.
  • Pembuatan ligan untuk kerangka logam-organik, karena gugus karboksilat berkoordinasi kuat dengan ion logam dan membentuk jaringan berpori yang teratur.
  • Penyiapan prekursor senyawa penanda dan kontras, sebab atom iodium memberi kerapatan elektron tinggi yang bermanfaat pada aplikasi pencitraan tertentu.
  • Sintesis pustaka senyawa bergeometri sudut, karena substitusi meta menghasilkan orientasi cabang yang berbeda dari isomer para dan memperluas ruang struktur.

Merek TCI
Nomor CAS 618-51-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5 g dan 25 g
Bentuk fisik padatan kristalin/serbuk; rujuk label dan sertifikat analisis tiap lot
Penyimpanan simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, dalam wadah tertutup rapat

Simpan 3-Iodobenzoic Acid dalam wadah asli yang tertutup rapat dan letakkan di lemari bahan kimia yang sejuk, kering, serta terlindung dari cahaya langsung, karena senyawa aromatik beriodium umumnya peka terhadap paparan sinar dalam jangka panjang. Hindari kelembapan agar serbuk tidak menggumpal dan penimbangan tetap akurat. Gunakan spatula bersih dan kering, lalu tutup botol segera setelah pengambilan. Tangani di dalam lemari asam bila terbentuk debu halus, dan kenakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, serta jas laboratorium. Jauhkan dari basa kuat dan oksidator, dan kelola sisa bahan sebagai limbah organik terhalogenasi.

  • Ren dkk. (2015). ChemInform Abstract: Selective Oxidation of 1‐Tetralones to 1,2‐Naphthoquinones with IBX and to 1,4‐Naphthoquinones with Oxone® and 2‐Iodobenzoic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.201551102
  • Tan dkk. (1994). Thermodynamic study of the three isomers of iodobenzoic acid. Thermochimica Acta doi:10.1016/0040-6031(94)80012-x
  • Liu dkk. (2013). Preparation, thermodynamic property and antimicrobial activity of some rare-earth (III) complexes with 3-bromo-5-iodobenzoic acid and 1,10-phenanthroline. Thermochimica Acta doi:10.1016/j.tca.2013.07.020

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.