TCI N0052 1-Naphthylamine (CAS 134-32-7) adalah amina aromatik primer dengan gugus amino terikat pada posisi alfa cincin naftalena. Senyawa ini merupakan salah satu building block klasik dalam kimia organik dan menjadi titik awal bagi banyak jalur sintesis menuju pewarna azo, reagen analitik, dan berbagai senyawa bioaktif. Di laboratorium, peranannya mencakup reaksi diazotasi, pembentukan amida dan sulfonamida, serta penggunaan sebagai komponen kopling pada reaksi warna. Kedudukannya sebagai bahan awal yang sangat serbaguna membuatnya tetap relevan meski telah dikenal sejak lama dalam literatur kimia organik.
Karakteristik yang menentukan pemakaiannya adalah nukleofilisitas gugus amino yang tinggi dan kemampuan inti naftalena mendelokalisasi muatan. Gugus amino mengaktifkan cincin secara kuat terhadap substitusi elektrofilik dan mengarahkannya ke posisi tertentu, sehingga senyawa ini mudah dinitrasi, dihalogenasi, atau disulfonasi. Pada reaksi diazotasi, garam diazonium yang terbentuk dapat dikopling dengan fenol maupun amina lain untuk menghasilkan zat warna dengan intensitas tinggi. Sebaliknya, sifat aktif ini membuat senyawa mudah teroksidasi oleh udara dan cahaya sehingga padatannya cenderung menggelap seiring waktu, dan penyimpanan terlindung menjadi syarat penting untuk menjaga mutunya.
Di Indonesia, senyawa ini digunakan pada laboratorium kimia organik, laboratorium pewarna dan tekstil, serta riset pengembangan reagen analitik di perguruan tinggi dan lembaga penelitian. Karena tergolong amina aromatik yang penanganannya harus berhati-hati, banyak laboratorium menetapkan prosedur khusus meliputi pemakaian lemari asam, sarung tangan, dan pencatatan pemakaian. Tersedianya kemasan 25 g dan 100 g memudahkan penyesuaian antara kebutuhan riset berskala kecil dan kegiatan sintesis yang lebih rutin, sambil tetap menjaga perputaran stok agar bahan tidak menua di rak.
- Reaksi diazotasi dan kopling azo, karena gugus amino primer aromatiknya mudah diubah menjadi garam diazonium yang reaktif untuk membentuk zat warna berintensitas tinggi.
- Sintesis zat antara pewarna dan pigmen, sebab inti naftalena memberi sistem terkonjugasi luas yang menghasilkan warna kuat dan daya serap cahaya tampak yang baik.
- Pembuatan reagen analitik turunan naftilamina, karena nitrogen aminanya dapat diasilasi atau dialkilasi untuk menghasilkan senyawa pendeteksi dengan selektivitas tertentu.
- Substrat pada studi substitusi elektrofilik aromatik, sebab gugus amino yang sangat mengaktifkan memungkinkan pengamatan pengaruh gugus pengarah secara jelas dan terukur.
- Bahan awal sintesis senyawa kimia medisinal berbasis naftalena, karena kerangka lipofiliknya sering digunakan untuk menelaah interaksi molekul dengan daerah hidrofobik target biologis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 134-32-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g dan 100 g |
| Bentuk fisik | padatan yang dapat menggelap bila terpapar udara dan cahaya (mengacu pada lembar data pabrikan) |
| Penyimpanan | simpan sejuk, kering, terlindung cahaya, wadah tertutup rapat, sebaiknya di bawah gas inert |
Senyawa ini tergolong amina aromatik yang memerlukan kehati-hatian tinggi, sehingga seluruh penimbangan dan pemindahan sebaiknya dilakukan di dalam lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung tertutup, dan jas laboratorium. Hindari kontak langsung dengan kulit serta terhirupnya debu maupun uap. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, terlindung dari cahaya dan udara, dan jauh dari oksidator kuat serta asam nitrit. Sediakan wadah limbah terpisah dan berlabel untuk sisa reaksi maupun bahan terkontaminasi. Bersihkan area kerja setelah selesai dan cuci tangan secara menyeluruh sebelum meninggalkan laboratorium.
- Carmichael dkk. (1990). Isolated naphthylamine allergy to phelyl‐alpha‐naphthylamine. Contact Dermatitis doi:10.1111/j.1600-0536.1990.tb01607.x
- (2022). Aniline-Naphthylamine Copolymer as Sorbent for Needle Trap Device. Journal of Chemistry: Education Research and Practice doi:10.33140/jcerp.06.02.21
- Yanagi dkk. (2001). ChemInform Abstract: Practical Synthesis of (2S)‐7‐Methoxy‐1,2,3,4‐tetrahydro‐2‐naphthylamine via Optical Resolution of 2‐(3‐Methoxybenzyl)succinic Acid.. ChemInform doi:10.1002/chin.200132098
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
