Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 83-31-8

1,8-Naphthosultone TCI N0766

1,8-Naphthosultone TCI N0766

Identitas Kimia

No. CAS
83-31-8
PubChem
CID 65744·SID 87558341
Rumus molekul
C10H6O3S
Berat molekul
206.22 g/mol
Kemurnian
>98.0%(HPLC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-oxa-3lambda6-thiatricyclo[6.3.1.04,12]dodeca-1(11),4,6,8(12),9-pentaene 3,3-dioxide
SMILES
C1=CC2=C3C(=C1)OS(=O)(=O)C3=CC=C2
InChIKey
IEIADDVJUYQKAZ-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.565.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.565.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

1,8-Naphthosultone dari TCI adalah senyawa heterosiklik berupa ester sulfonat siklik (sulton) yang terbentuk dari naftalena. Pada senyawa ini, gugus sulfonat pada posisi 1 dan atom oksigen pada posisi 8 saling terhubung membentuk cincin beranggota lima. Di laboratorium, bahan ini dipakai sebagai blok pembangun heterosiklik dan zat antara dalam sintesis turunan naftalena tersulfonasi. Contohnya adalah turunan asam 8-hidroksi-1-naftalenasulfonat yang secara historis penting dalam kimia zat warna. Senyawa ini juga menarik sebagai elektrofil untuk reaksi pembukaan cincin.

Sifat utama yang membuat 1,8-naftosulton dipilih adalah reaktivitas cincin sultonnya. Ikatan ester sulfonat dalam cincin yang tegang dapat dibuka oleh nukleofil seperti amina, alkoksida, atau hidroksida. Reaksi ini menghasilkan turunan naftalena yang membawa gugus sulfonat dan gugus oksigen pada posisi peri (1,8) sekaligus. Susunan peri ini sulit diperoleh dengan cara lain, sehingga sulton memberi jalan pintas yang efisien. Kerangka aromatiknya yang kaku juga menjadikannya menarik untuk kajian struktur dan reaktivitas senyawa peri-tersubstitusi.

Di Indonesia, bahan ini relevan untuk laboratorium kimia organik sintetik, riset zat warna dan pigmen, serta kelompok yang mempelajari senyawa fluoresen berbasis naftalena. Kemasan 5 g sesuai untuk eksplorasi rute sintesis dan uji reaksi pembukaan cincin. Kemasan 25 g memberi keleluasaan untuk sintesis bertahap atau pembuatan zat antara dalam jumlah lebih banyak. Karena bersifat elektrofilik, bahan ini perlu ditangani dengan hati-hati seperti reagen pengalkilasi atau pengasilasi lainnya.

  • Sintesis turunan asam 8-hidroksi-1-naftalenasulfonat: hidrolisis atau pembukaan cincin sulton langsung menghasilkan pola substitusi peri yang diinginkan tanpa perlu sulfonasi bertahap.
  • Zat antara kimia zat warna: turunan naftalena tersulfonasi dengan gugus hidroksil merupakan komponen penting dalam pewarna, sehingga sulton ini berguna sebagai bahan awal sintesisnya.
  • Reaksi pembukaan cincin dengan nukleofil: cincin sulton yang elektrofilik bereaksi dengan amina atau alkoksida, sehingga memungkinkan pemasangan berbagai substituen pada posisi peri naftalena.
  • Kajian senyawa peri-tersubstitusi: kedekatan posisi 1 dan 8 pada naftalena menimbulkan efek sterik dan elektronik khas yang menarik untuk studi struktur dan mekanisme reaksi.
  • Blok pembangun senyawa fluoresen: kerangka naftalena dengan gugus sulfonat dapat dikembangkan menjadi probe atau penanda berbasis naftalena untuk riset kimia analitik dan biologi.

Merek TCI (kode produk N0766)
Nomor CAS 83-31-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik padatan; lihat label dan CoA untuk rincian
Penyimpanan tertutup rapat, kering, terlindung dari kelembapan; ikuti suhu pada label

Sebagai ester sulfonat siklik, bahan ini dapat bereaksi dengan air dan nukleofil. Karena itu, simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, jauh dari basa, amina, dan oksidator, dengan mengikuti suhu pada label dan SDS. Perlakukan sebagai bahan yang berpotensi mengiritasi atau bereaksi dengan jaringan tubuh. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, dan tangani di lemari asam. Hindari pembentukan debu, lalu cuci tangan setelah bekerja.

  • Diamond dkk. (2014). Platinum bisphosphine complexes of 1,8-naphthosultone. Polyhedron doi:10.1016/j.poly.2014.06.042
  • Han dkk. (2012). Effect of 1,8-Naphthosultone Additive on High Temperature Performance of Lithium Ion Batteries. International Journal of Electrochemical Science doi:10.1016/s1452-3981(23)16265-1
  • ZHOU dkk. (2014). Efficient C—N Formation for Preparing α-Branched Primary Amines by Recycled Intramolecular Reactions of 1,8-Naphthosultone Using Ammonia as Nitrogen Source. Chinese Journal of Chemical Engineering doi:10.1016/s1004-9541(14)60037-9

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.