Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 6583-06-8

4-Nitro-2,1,3-benzothiadiazole TCI N0786

4-Nitro-2,1,3-benzothiadiazole TCI N0786

Identitas Kimia

No. CAS
6583-06-8
PubChem
CID 81062·SID 87559541
Rumus molekul
C6H3N3O2S
Berat molekul
181.17 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-nitro-2,1,3-benzothiadiazole
SMILES
C1=CC2=NSN=C2C(=C1)[N+](=O)[O-]
InChIKey
IWQKAMJGVIHECB-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 1.565.550,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.565.550,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

4-Nitro-2,1,3-benzothiadiazole adalah turunan benzotiadiazol (BTD) yang membawa gugus nitro pada posisi 4. TCI menyediakan senyawa ini sebagai building block heterosiklik. Inti 2,1,3-benzotiadiazol dikenal sebagai unit penarik elektron yang kuat dan banyak dipakai dalam kimia material organik serta pengembangan senyawa fluoresen. Di laboratorium, senyawa bernitro ini paling sering dipakai sebagai prekursor 4-amino-2,1,3-benzotiadiazol melalui reduksi, lalu dikembangkan menjadi pewarna, probe, atau bahan antara lain.

Karakter elektron-defisien inti BTD membuat turunannya menarik untuk sistem donor-akseptor. Dalam sistem ini, interaksi transfer muatan menghasilkan sifat optik dan elektronik yang dapat disetel. Gugus nitro makin memperkuat sifat penarik elektron dan menjadi pegangan sintetik yang mudah diubah. Setelah menjadi amina, gugus tersebut dapat diasilasi, dijadikan garam diazonium, atau dikopling untuk membangun molekul yang lebih besar. Turunan BTD juga dikenal memiliki fluoresensi yang peka terhadap lingkungan, sehingga berguna dalam riset probe pencitraan.

Di Indonesia, bahan ini cocok untuk kelompok riset material organik, fotofisika, sel surya organik, dan pengembangan sensor fluoresen di perguruan tinggi maupun lembaga riset. Kemasan 5 g dan 25 g memungkinkan peneliti memulai dengan skala uji lalu melanjutkan ke sintesis bahan antara dalam jumlah lebih besar. Periksa sertifikat analisis TCI untuk data mutu lot.

  • Prekursor 4-amino-2,1,3-benzotiadiazol: reduksi gugus nitro menghasilkan amina aromatik yang menjadi titik awal berbagai pewarna dan probe berbasis inti BTD.
  • Pengembangan fluorofor donor-akseptor: inti BTD yang elektron-defisien cocok dipasangkan dengan gugus donor untuk menghasilkan senyawa berfluoresensi dengan sifat optik yang dapat disetel.
  • Riset material elektronik organik: unit benzotiadiazol sering dipakai sebagai akseptor dalam semikonduktor organik, sehingga senyawa ini relevan untuk sintesis bahan antara material tersebut.
  • Pembuatan probe pencitraan sel: turunan BTD dikenal memiliki fluoresensi yang peka terhadap lingkungan, sehingga bahan ini berguna dalam perancangan probe untuk mikroskopi fluoresensi.
  • Studi reaktivitas heterosiklik elektron-defisien: kombinasi inti BTD dan gugus nitro menjadikannya model yang baik untuk mempelajari substitusi dan reduksi pada sistem aromatik miskin elektron.

Merek TCI
Nomor CAS 6583-06-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik padatan (lihat sertifikat analisis untuk detail lot)
Penyimpanan wadah tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan 4-Nitro-2,1,3-benzothiadiazole dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik. Jauhkan dari agen pereduksi kuat, basa kuat, dan sumber panas. Sebagai senyawa nitroaromatik yang mengandung belerang, bahan ini perlu diperlakukan sebagai bahan yang berpotensi iritan dan beracun. Tangani di lemari asam dengan sarung tangan nitril, jas laboratorium, dan kacamata pelindung. Hindari menghirup debu. Baca SDS sebelum penggunaan dan buang limbah sesuai prosedur institusi.

—