TCI N0805 6-Nitro-1,3-benzothiazole adalah senyawa heterosiklik aromatik yang terdiri atas cincin benzena yang menyatu dengan cincin tiazol dan membawa gugus nitro pada posisi 6. Benzotiazol adalah salah satu kerangka yang paling sering muncul dalam kimia medisinal, zat warna, dan bahan fungsional. Karena itu, turunan bernitro ini menjadi building block yang bernilai di laboratorium sintesis. Gugus nitro berperan sebagai titik modifikasi, terutama untuk diubah menjadi 6-aminobenzotiazol yang dapat diteruskan ke berbagai reaksi pembentukan ikatan karbon–nitrogen.
Bahan ini dipilih karena cincin benzotiazolnya sudah terbentuk sempurna, sehingga peneliti dapat langsung fokus pada modifikasi substituen tanpa membangun sistem heterosiklik dari awal. Gugus nitro yang bersifat penarik elektron juga memengaruhi kerapatan elektron cincin. Sifat ini dapat dimanfaatkan dalam studi reaktivitas maupun sifat optik. Setelah direduksi, amina yang terbentuk dapat diasilasi, disulfonilasi, atau diubah menjadi garam diazonium untuk kopling azo. Fleksibilitas ini membuat satu bahan awal dapat menghasilkan banyak turunan.
Di Indonesia, senyawa ini sesuai untuk laboratorium kimia medisinal dan farmasi yang meneliti kandidat antimikroba, antikanker, atau agen pencitraan berbasis benzotiazol. Laboratorium kimia material juga dapat memanfaatkannya untuk riset zat warna dan senyawa fluoresen. Di lingkungan kampus, senyawa ini cocok untuk penelitian skripsi dan tesis tentang sintesis heterosiklik. Kemasan 5g dan 25g memberi keleluasaan sesuai skala kerja.
- Sintesis 6-aminobenzotiazol dan turunannya: reduksi gugus nitro menghasilkan amina heteroaromatik yang merupakan intermediat umum dalam kimia medisinal.
- Pengembangan kandidat senyawa bioaktif: kerangka benzotiazol banyak diteliti untuk aktivitas biologis, sehingga bahan ini menjadi titik awal seri analog.
- Riset zat warna azo: amina hasil reduksi dapat didiazotisasi lalu dikopling untuk menghasilkan pewarna berbasis heterosiklik dengan karakter warna khas.
- Studi senyawa fluoresen dan bahan optik: sistem aromatik terkonjugasi benzotiazol berguna dalam perancangan fluorofor dan material organik fungsional.
- Studi reaktivitas heterosiklik: gugus nitro penarik elektron memungkinkan peneliti mempelajari pengaruh substituen terhadap reaksi substitusi pada cincin benzotiazol.
| Merek | TCI (Tokyo Chemical Industry) |
|---|---|
| Nomor CAS | 2942-06-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | padatan (rujuk lembar data produk untuk detail) |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya |
Simpan 6-Nitro-1,3-benzothiazole dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, gelap, dan berventilasi baik. Jauhkan dari oksidator kuat, reduktor kuat, dan sumber panas. Senyawa ini perlu ditangani sebagai bahan kimia yang berpotensi berbahaya, jadi hindari menghirup debu serta kontak dengan kulit dan mata. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, dan bekerjalah di lemari asam. Baca SDS sebelum digunakan dan buang limbah sesuai aturan yang berlaku.
- (2019). Synthesis, Spectral characterization and biological activity of Copper complexes with 6-Nitro-benzothiazole-2-yl-hydrazones derivatives. International Journal of Green and Herbal Chemistry doi:10.24214/ijghc/gc/8/2/36776
- Ahamed dkk. (2013). Removal of cations using ion-binding terpolymer involving 2-amino-6-nitro-benzothiazole and thiosemicarbazide with formaldehyde by batch equilibrium technique. Journal of Hazardous Materials doi:10.1016/j.jhazmat.2012.12.047
- Ravi dkk. (2020). Synthesis, Spectral Characterization and Pharmacological Evaluation of Ni(II) Complexes of 6-Nitro-benzothiazole Incorporated Azo Dyes. Journal of Inorganic and Organometallic Polymers and Materials doi:10.1007/s10904-020-01632-4
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
