Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 95-16-9

Benzothiazole, CAS 95-16-9, TCI B0092

Benzothiazole, CAS 95-16-9, TCI B0092

Identitas Kimia

No. CAS
95-16-9
PubChem
CID 7222·SID 87563291
Rumus molekul
C7H5NS
Berat molekul
135.19 g/mol
Kemurnian
>96.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
1,3-benzothiazole
SMILES
C1=CC=C2C(=C1)N=CS2
InChIKey
IOJUPLGTWVMSFF-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 742.350,00
Harga reguler Rp 534.450,00 Harga obral Rp 742.350,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Benzothiazole adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari cincin tiazol yang terhubung ke cincin benzene. Dalam laboratorium, Benzothiazole sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat-obatan atau bahan kimia industri. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.

Benzothiazole memiliki sifat kimia yang sangat menarik, termasuk kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya. Senyawa ini bersifat tidak mudah terurai dan memiliki titik didih yang tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam kondisi reaksi yang memerlukan suhu tinggi. Karakteristik ini membuat Benzothiazole menjadi bahan yang sangat andal dalam proses sintesis kimia, baik dalam skala laboratorium maupun industri.

Di laboratorium Indonesia, Benzothiazole digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan bahan kimia. Bahan ini sering diaplikasikan dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis atau aplikasi industri. Karena kehandalannya dalam reaksi kimia, Benzothiazole menjadi salah satu bahan yang wajib ada dalam laboratorium kimia di Indonesia.

  • Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
  • Pembuatan bahan kimia industri yang memerlukan struktur kompleks
  • Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa organik
  • Reaksi kimia yang memerlukan bahan pembangun stabil dan reaktif
  • Pengujian sifat kimia senyawa baru dalam lingkungan laboratorium

Merek TCI
Nomor CAS 95-16-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 100mL, 500mL
Bentuk fisik Padat berbentuk kristal
Penyimpanan Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung

Benzothiazole harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil, tidak terlalu panas atau dingin. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah penguapan. Selama penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.

  • (2026). Synthesis, antimicrobial activity and in silico studies of novel sulfonamide-benzothiazole conjugate compounds. International Journal of Drug Delivery Technology doi:10.25258/ijddt.16.58s.188
  • Nourmohammadian dkk. (2012). Two Novel PushPull Series of Benzothiazole‐Based Dyes: Synthesis and Characterization. Helvetica Chimica Acta doi:10.1002/hlca.201200080
  • Frey dkk. (1991). Femtosecond studies of excited-state proton and deuterium transfer in benzothiazole compounds. The Journal of Physical Chemistry doi:10.1021/j100178a028

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.