Benzothiazole adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks, terdiri dari cincin tiazol yang terhubung ke cincin benzene. Dalam laboratorium, Benzothiazole sering digunakan sebagai bahan pembangun (building block) untuk menghasilkan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat-obatan atau bahan kimia industri. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik.
Benzothiazole memiliki sifat kimia yang sangat menarik, termasuk kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya. Senyawa ini bersifat tidak mudah terurai dan memiliki titik didih yang tinggi, sehingga cocok untuk digunakan dalam kondisi reaksi yang memerlukan suhu tinggi. Karakteristik ini membuat Benzothiazole menjadi bahan yang sangat andal dalam proses sintesis kimia, baik dalam skala laboratorium maupun industri.
Di laboratorium Indonesia, Benzothiazole digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan bahan kimia. Bahan ini sering diaplikasikan dalam pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi terapi medis atau aplikasi industri. Karena kehandalannya dalam reaksi kimia, Benzothiazole menjadi salah satu bahan yang wajib ada dalam laboratorium kimia di Indonesia.
Produk TCI terkait
- 1,3-Benzothiazole-2-carbaldehyde, CAS 6639-57-2, TCI B5403
- 2-(4-Aminophenyl)benzothiazole, CAS 6278-73-5, TCI A2672
- 6-Nitro-1,3-benzothiazole, CAS 2942-06-5, TCI N0805
- 2-(4-Methoxyphenyl)benzothiazole, CAS 6265-92-5, TCI M1654
- TCI M0532 102-77-2 2-(Morpholinothio)benzothiazole
- 2-(Methylthio)benzothiazole, CAS 615-22-5, TCI M0439
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Pembuatan bahan kimia industri yang memerlukan struktur kompleks
- Penelitian tentang aktivitas biologis senyawa organik
- Reaksi kimia yang memerlukan bahan pembangun stabil dan reaktif
- Pengujian sifat kimia senyawa baru dalam lingkungan laboratorium
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 95-16-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 100mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Benzothiazole harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari paparan cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini sebaiknya disimpan dalam suhu ruangan yang stabil, tidak terlalu panas atau dingin. Dalam penggunaan, pastikan wadah tetap tertutup rapat untuk mencegah penguapan. Selama penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- (2026). Synthesis, antimicrobial activity and in silico studies of novel sulfonamide-benzothiazole conjugate compounds. International Journal of Drug Delivery Technology doi:10.25258/ijddt.16.58s.188
- Nourmohammadian dkk. (2012). Two Novel PushPull Series of Benzothiazole‐Based Dyes: Synthesis and Characterization. Helvetica Chimica Acta doi:10.1002/hlca.201200080
- Frey dkk. (1991). Femtosecond studies of excited-state proton and deuterium transfer in benzothiazole compounds. The Journal of Physical Chemistry doi:10.1021/j100178a028
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.








