Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 1465-25-4

N-(1-Naphthyl)ethylenediamine Dihydrochloride [for Biochemical Research] TCI N0869

N-(1-Naphthyl)ethylenediamine Dihydrochloride [for Biochemical Research] TCI N0869
Harga reguler Rp 1.538.250,00
Harga reguler Harga obral Rp 1.538.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 4-5 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

N-(1-Naphthyl)ethylenediamine Dihydrochloride [for Biochemical Research] dari TCI dengan kode N0869 adalah garam dihidroklorida dari turunan naftilamina yang membawa rantai etilenadiamina. Senyawa ini sering disingkat NED. Di laboratorium, bahan ini paling dikenal sebagai komponen utama pereaksi Griess untuk penentuan ion nitrit secara kolorimetri atau spektrofotometri. Grade "for Biochemical Research" menandakan kesesuaiannya untuk kerja analitik dan biokimia yang membutuhkan hasil yang konsisten dan dapat diulang.

Bahan ini dipilih karena kemampuannya bereaksi dengan garam diazonium membentuk pewarna azo yang berwarna kuat dan stabil. Dalam metode Griess, nitrit lebih dahulu mendiazotasi amina aromatik seperti sulfanilamida. Setelah itu, garam diazonium yang terbentuk dikopling dengan NED menghasilkan warna yang intensitasnya sebanding dengan kadar nitrit. Dibandingkan pereaksi kopling lain, NED membentuk produk yang larut dan memberi kepekaan baik. Bentuk garam dihidroklorida juga memudahkan pelarutan dalam air atau larutan asam.

Di Indonesia, NED sangat dibutuhkan oleh laboratorium lingkungan untuk analisis nitrit dan nitrat dalam air, laboratorium pangan untuk pemeriksaan nitrit pada produk daging olahan, serta laboratorium biomedis yang mengukur produksi oksida nitrat pada kultur sel. Balai pengujian, perguruan tinggi, dan laboratorium industri memakainya secara rutin. Kemasan 5g cukup untuk menyiapkan banyak batch pereaksi, karena konsentrasi NED yang dibutuhkan dalam larutan kerja umumnya kecil.

  • Penentuan nitrit metode Griess: NED dikopling dengan garam diazonium hasil reaksi nitrit dan sulfanilamida, membentuk pewarna azo yang serapannya diukur secara spektrofotometri untuk kuantifikasi nitrit.
  • Analisis nitrat dalam air: setelah nitrat direduksi menjadi nitrit, misalnya dengan kolom kadmium, pereaksi berbasis NED dipakai untuk mengukur kadar nitrat dalam sampel air lingkungan.
  • Pengukuran oksida nitrat biologis: dalam riset biomedis, uji Griess dengan NED dipakai untuk memperkirakan produksi oksida nitrat melalui kadar nitrit pada supernatan kultur sel atau cairan biologis.
  • Pemeriksaan nitrit pada pangan: laboratorium mutu pangan memakai metode kolorimetri berbasis NED untuk memantau kadar nitrit sebagai bahan pengawet pada produk daging olahan.
  • Penentuan sulfonamida metode Bratton–Marshall: NED juga dipakai sebagai pereaksi kopling setelah diazotasi obat golongan sulfonamida, sehingga berguna dalam analisis farmasi dan biokimia.

Merek TCI (kode produk N0869)
Nomor CAS 1465-25-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g
Bentuk fisik padatan (rujuk sertifikat analisis untuk rincian)
Penyimpanan simpan terlindung dari cahaya dan kelembapan, dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk

Simpan N-(1-naftil)etilenadiamina dihidroklorida dalam wadah asli yang tertutup rapat dan kedap cahaya, di tempat sejuk dan kering. Larutan pereaksi berbasis NED sebaiknya disimpan dalam botol kaca gelap dan dibuat ulang bila warnanya mulai berubah, agar blanko tetap rendah dan hasil akurat. Senyawa ini dapat mengiritasi kulit, mata, dan saluran napas. Karena itu, gunakan sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung, serta hindari menghirup debu. Jauhkan dari oksidator kuat dan rujuk SDS produsen.

  • Rawaa A. Zakaria (2013). Spectrophotometric Dertermination of Mesalazine by 8-Hydroxyquinoline and N-(1-naphthyl)ethylenediamine dihydrochloride Reagents in Bulk and Capsule Dosage Forms. Rafidain Journal of Science doi:10.33899/rjs.2013.67591
  • Ensafi dkk. (2011). A New Potentiometric Sensor for the Determination of Desipramine Based on N-(1-Naphthyl)Ethylenediamine Dihydrochloride-Tetraphenyl Borate. IEEE Sensors Journal doi:10.1109/jsen.2011.2146247
  • RAHMAN dkk. (2007). Quantitation of Nicorandil in Pharmaceutical Formulations by Spectrophotometry Using N-(1-naphthyl) Ethylenediamine Dihydrochloride as Coupling Agent. YAKUGAKU ZASSHI doi:10.1248/yakushi.127.367

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.