2-(2-Nitrophenyl)propan-1-ol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering ditemukan dalam berbagai reaksi organik yang memerlukan penggunaan grup hidroksil dan nitro pada struktur molekular. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang sangat penting untuk pengembangan senyawa baru, termasuk senyawa farmakologis dan bahan kimia industri.
Senyawa ini memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup tinggi, sehingga cocok untuk berbagai reaksi kimia seperti substitusi, reduksi, dan reaksi nucleofilik. Karena sifat kimianya yang terkendali, senyawa ini menjadi pilihan yang tepat untuk para peneliti yang ingin menghasilkan senyawa dengan struktur spesifik. Ketersediaan dalam bentuk padat dan kemasan kecil juga memudahkan penggunaan dalam skala laboratorium.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, senyawa ini digunakan secara luas dalam penelitian kimia murni dan terapan. Banyak institusi pendidikan dan penelitian menggunakan bahan ini untuk mengembangkan penelitian di bidang farmasi, material, dan kimia lingkungan. Karena kehandalannya dalam berbagai reaksi, senyawa ini menjadi bagian penting dari persediaan bahan kimia di laboratorium lokal.
- Sintesis senyawa farmakologis yang memerlukan substitusi nitro pada rantai alkil
- Pengembangan bahan kimia industri yang membutuhkan reaktivitas grup hidroksil
- Reaksi nucleofilik untuk pembentukan senyawa heterosiklik
- Penelitian tentang reaktivitas dan stabilitas senyawa organik
- Studi tentang efek substitusi pada struktur molekul senyawa kompleks
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 64987-77-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari paparan cahaya langsung |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifat kimianya yang reaktif, wadah harus terkunci dan ditempatkan di area yang aman. Selama penanganan, pengguna harus memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak boleh dicampur dengan bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif tanpa penelitian terlebih dahulu.
—
