Oil of Origanum dari TCI adalah minyak atsiri yang diperoleh dari tanaman marga Origanum, yang dikenal sebagai oregano. Minyak ini merupakan campuran alami berbagai senyawa volatil, dengan komponen fenolik monoterpenoid seperti karvakrol dan timol yang dikenal luas. Dalam katalog TCI, produk ini masuk kategori Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids. Di laboratorium, Oil of Origanum berperan sebagai bahan alam untuk riset aktivitas biologis, sebagai sampel acuan dalam analisis minyak atsiri, dan sebagai bahan uji pada pengembangan formulasi berbasis bahan alami.
Minyak oregano dipilih peneliti terutama karena kandungan senyawa fenoliknya, yang banyak dilaporkan dalam literatur memiliki aktivitas antimikroba dan antioksidan. Sebagai campuran alami, komposisinya dapat bervariasi menurut sumber tanaman. Karena itu laboratorium biasanya mengkarakterisasi profil komponen dengan GC-MS sebelum pengujian biologis. Sifat lipofiliknya membuat minyak ini larut dalam pelarut organik dan minyak pembawa, tetapi sulit tercampur dengan air. Karakter ini menjadi tantangan menarik dalam riset nanoemulsi dan enkapsulasi.
Di Indonesia, yang kaya tradisi dan riset minyak atsiri seperti nilam, serai wangi, dan cengkeh, Oil of Origanum berguna sebagai pembanding bagi laboratorium farmasi, mikrobiologi, teknologi pangan, dan fitokimia. Peneliti dapat membandingkan aktivitas antimikroba minyak lokal dengan minyak oregano, atau memakainya sebagai model dalam pengembangan pengawet alami. Kemasan 25g cocok untuk skala penelitian.
Brosur TCI (PDF)
- Lipids 2025-12-17 · hal. 18
- Reagents for Biological Research 2025-03-11 · hal. 64
Produk TCI terkait
- Uji aktivitas antimikroba: minyak oregano sering dipakai sebagai bahan uji atau pembanding positif dalam metode difusi cakram dan penentuan konsentrasi hambat minimum terhadap bakteri dan jamur.
- Uji aktivitas antioksidan: kandungan senyawa fenoliknya menjadikannya sampel menarik untuk metode penangkapan radikal seperti DPPH dan ABTS dalam riset bahan alam.
- Analisis komposisi minyak atsiri: laboratorium fitokimia memakainya untuk latihan dan validasi metode GC-MS dalam identifikasi komponen monoterpenoid dan fenolik volatil.
- Riset pengawet pangan alami: minyak ini dapat dievaluasi sebagai agen antimikroba alami dalam model pangan untuk memperpanjang umur simpan tanpa pengawet sintetis.
- Formulasi nanoemulsi dan enkapsulasi: sifat lipofiliknya menjadikan minyak oregano bahan model yang baik untuk mengembangkan sistem penghantaran minyak atsiri berbasis emulsi atau polimer.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 8007-11-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Lipids |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | cairan (minyak atsiri) |
| Penyimpanan | wadah kaca gelap tertutup rapat, sejuk, terlindung dari cahaya |
Minyak atsiri mudah berubah komposisinya akibat oksidasi, penguapan, dan paparan cahaya. Karena itu simpan Oil of Origanum di wadah asli atau botol kaca gelap yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan terlindung dari sinar matahari. Minimalkan ruang udara di dalam wadah setelah dipakai sebagian. Minyak oregano dapat mengiritasi kulit dan mata, jadi gunakan sarung tangan dan kacamata pelindung serta bekerja di area berventilasi. Jauhkan dari sumber api dan baca SDS sebelum digunakan.
—