Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 112-77-6

Oleoyl Chloride TCI O0053

Oleoyl Chloride TCI O0053

Identitas Kimia

No. CAS
112-77-6
PubChem
CID 5364783·SID 87574068
Rumus molekul
C18H33ClO
Berat molekul
300.9 g/mol
Kemurnian
>80.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
(Z)-octadec-9-enoyl chloride
SMILES
CCCCCCCC/C=C\CCCCCCCC(=O)Cl
InChIKey
MLQBTMWHIOYKKC-KTKRTIGZSA-N
Harga reguler Rp 875.700,00
Harga reguler Harga obral Rp 875.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Oleoyl Chloride dari TCI adalah asil klorida turunan asam oleat, asam lemak tak jenuh tunggal dengan delapan belas atom karbon. Asam oleat sendiri merupakan komponen utama banyak minyak nabati, termasuk minyak sawit dan minyak zaitun. Oleoyl chloride adalah building block non-heterosiklik yang sangat reaktif, dipakai untuk memasukkan gugus oleoil ke molekul lain melalui reaksi asilasi. Di laboratorium, senyawa ini menjadi jalan pintas untuk membuat ester, amida, dan anhidrida oleat tanpa harus mengaktifkan asam oleat dengan reagen kopling tambahan.

Reaktivitas tinggi gugus asil klorida adalah alasan utama bahan ini dipilih. Oleoyl chloride bereaksi cepat dengan alkohol, fenol, amina, dan tiol, biasanya dengan bantuan basa seperti trietilamina atau piridina untuk menangkap HCl yang terbentuk. Rantai oleoil yang panjang dan memiliki ikatan rangkap cis memberi produk turunan sifat lipofilik, fleksibel, dan cenderung berbentuk cair. Sifat ini berguna dalam desain surfaktan, lipid sintetis, prodrug lipofilik, dan modifikasi hidrofobik biopolimer seperti kitosan atau selulosa.

Di Indonesia, sebagai produsen minyak sawit terbesar, riset oleokimia berkembang pesat di universitas dan pusat penelitian. Oleoyl chloride menjadi reagen penting bagi laboratorium oleokimia, farmasi, dan material yang menyintesis turunan asam lemak bernilai tambah, misalnya surfaktan amida, ester gula, atau lipid untuk sistem penghantaran obat. Kemasan 25g cukup untuk sintesis skala laboratorium.

Brosur TCI (PDF)

  • Sintesis ester oleat: oleoyl chloride bereaksi cepat dengan alkohol atau fenol sehingga ester lipofilik untuk riset pelumas, emolien, atau prodrug dapat dibuat dalam kondisi ringan.
  • Sintesis amida asam lemak: reaksi dengan amina menghasilkan oleamida dan turunannya yang relevan untuk riset surfaktan nonionik, agen slip, maupun senyawa bioaktif lipid.
  • Modifikasi hidrofobik biopolimer: gugus asil klorida dapat mengasilasi gugus amina atau hidroksil pada kitosan, pati, dan selulosa untuk menghasilkan material amfifilik.
  • Sintesis lipid dan fosfolipid sintetis: reagen ini dipakai untuk memasang rantai oleoil pada kerangka gliserol atau molekul lain dalam riset membran dan liposom.
  • Pembuatan ester gula dan surfaktan berbasis bahan alam: oleoyl chloride mempermudah esterifikasi karbohidrat dalam riset surfaktan ramah lingkungan dari bahan terbarukan.

Merek TCI
Nomor CAS 112-77-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan wadah tertutup rapat, kering, di bawah gas inert, terlindung dari kelembapan

Oleoyl chloride bereaksi dengan air dan kelembapan udara membentuk asam oleat dan gas hidrogen klorida yang korosif. Karena itu simpan bahan di wadah asli yang tertutup sangat rapat, sebaiknya di bawah nitrogen atau argon, di tempat sejuk dan kering. Selalu tangani di lemari asam dengan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung atau pelindung wajah, dan jas laboratorium. Gunakan peralatan gelas kering, jauhkan dari air, alkohol, dan basa di luar reaksi, lalu rujuk SDS.

  • Yaşar dkk. (2018). Chemical Characterization of Kermes Oak (Quercus coccifera L.) Hemicelluloses Esterified with Palmitoyl, Stearoyl and Oleoyl Chloride. Turkish Journal of Forestry | Türkiye Ormancılık Dergisi doi:10.18182/tjf.390204
  • Evran dkk. (2010). MODIFICATION OF LYSOZYME WITH OLEOYL CHLORIDE FOR BROADENING THE ANTIMICROBIAL SPECIFICITY. Preparative Biochemistry & Biotechnology doi:10.1080/10826068.2010.488528
  • Lopez dkk. (2023). Chemical recycling of poly(ethylene terephthalate) via sequential glycolysis, oleoyl chloride esterification and vulcanization to yield durable composites. Materials Advances doi:10.1039/d2ma00986b

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.