Oleyl Chloride (TCI O0060, nomor CAS 16507-61-2) adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai salah satu dari senyawa non-heterosiklik, Oleyl Chloride memiliki struktur molekuler yang memungkinkan reaktivitas tinggi terutama pada grup klorin. Bahan ini sering digunakan dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi adisi. Dalam laboratorium, Oleyl Chloride berperan sebagai reaktan yang sangat penting dalam pembuatan senyawa dengan rantai hidrokarbon panjang.
Oleyl Chloride memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, tetapi sangat reaktif terhadap senyawa lain yang memiliki kelompok elektrofilik. Karena sifat ini, bahan ini sangat cocok untuk digunakan dalam reaksi yang memerlukan aktivasi rantai hidrokarbon. Selain itu, Oleyl Chloride memiliki titik didih yang tinggi dan daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pemisahan dan isolasi produk akhir.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Oleyl Chloride digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama oleh institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi pilihan utama karena ketersediaannya dan keandalan sifat kimianya dalam berbagai aplikasi ilmiah.
- Sintesis senyawa organik dengan rantai hidrokarbon panjang
- Reaksi substitusi untuk menghasilkan senyawa dengan struktur kompleks
- Pembuatan surfaktan dan emulsifier dalam industri kimia
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa halogenasi
- Pengembangan bahan kimia untuk aplikasi farmasi dan kosmetik
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 16507-61-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Oleyl Chloride harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering, menjauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Karena sifat reaktif dan potensi iritasi, bahan ini harus ditangani dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Selain itu, wadah harus dibuat dari bahan yang tahan terhadap korosi, seperti gelas atau plastik khusus. Penyimpanan yang tepat akan memastikan kualitas dan keamanan penggunaan bahan ini di laboratorium.
—
