n-Octanal Dimethyl Acetal, atau 1,1-dimetoksioktana, adalah bentuk asetal dari aldehida oktanal. Pada senyawa ini, gugus karbonil diubah menjadi karbon yang mengikat dua gugus metoksi. Di katalog TCI, senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik. Di laboratorium, asetal ini dipakai sebagai bentuk oktanal yang terlindungi dan lebih stabil. Ia juga berguna sebagai bahan riset aroma, serta sebagai zat antara untuk sintesis senyawa beratom delapan karbon yang memerlukan gugus aldehida laten.
Bahan ini dipilih karena gugus asetal tahan terhadap basa, nukleofil, reduktor hidrida, dan reagen organologam. Karena itu, bagian molekul lain dapat dimodifikasi tanpa mengganggu gugus aldehida yang dilindungi. Setelah tahapan tersebut, aldehida dapat dilepaskan kembali dengan hidrolisis asam encer. Dibandingkan oktanal bebas, bentuk asetal lebih tahan terhadap oksidasi udara menjadi asam karboksilat. Sifatnya yang lipofilik dan aromanya yang lembut juga menjadikannya menarik dalam kajian komposisi wewangian.
Di Indonesia, n-octanal dimethyl acetal relevan bagi laboratorium kimia organik yang mengajarkan dan meneliti strategi gugus pelindung. Bahan ini juga cocok untuk laboratorium flavor dan fragrance di industri kosmetik, sabun, dan produk rumah tangga yang mengembangkan wewangian berbasis nota sitrus dan aldehidik. Laboratorium analitik dapat memakainya sebagai standar pembanding GC-MS untuk komponen volatil minyak atsiri dan produk olahan.
Produk TCI terkait
- TCI B1901 36255-44-4 3-Bromopropionaldehyde Dimethyl Acetal
- TCI B1197 1125-88-8 Benzaldehyde Dimethyl Acetal
- TCI B1097 7252-83-7 Bromoacetaldehyde Dimethyl Acetal (stabilized with K2CO3)
- TCI A2455 6044-68-4 Acrolein Dimethyl Acetal
- TCI A1247 2186-92-7 p-Anisaldehyde Dimethyl Acetal
- TCI A0801 22483-09-6 Aminoacetaldehyde Dimethyl Acetal
- Aldehida terlindungi dalam sintesis multitahap: gugus asetal tahan terhadap basa dan organologam, lalu dapat dihidrolisis kembali menjadi oktanal pada tahap yang diinginkan.
- Riset flavor dan fragrance: berguna sebagai bahan kajian komposisi wewangian karena memberi nota aldehidik yang lebih lembut dan lebih stabil dibanding oktanal bebas.
- Standar GC-MS senyawa volatil: dipakai sebagai pembanding identifikasi komponen asetal dan aldehida dalam minyak atsiri, pewangi, dan matriks pangan.
- Studi kinetika hidrolisis asetal: strukturnya yang sederhana menjadikannya model yang baik untuk mempelajari pengaruh keasaman dan pelarut terhadap laju deproteksi.
- Reaksi berbasis ion oksokarbenium: dengan asam Lewis, asetal ini dapat membentuk ion oksokarbenium untuk alilasi, sianasi, atau adisi nukleofil lain pada karbon C1.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 10022-28-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL |
| Bentuk fisik | cairan (rujuk CoA) |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, jauh dari asam dan sumber api |
Simpan n-octanal dimethyl acetal dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Jauhkan dari uap asam, karena asetal mudah terhidrolisis oleh asam dan kelembapan menjadi oktanal dan metanol. Sebagai cairan organik yang dapat terbakar, jauhkan juga dari api terbuka. Takar di lemari asam dengan peralatan kering, dan kenakan sarung tangan nitril serta kacamata pelindung. Tampung limbahnya sebagai limbah pelarut organik sesuai SDS.
- Api dkk. (2018). RIFM fragrance ingredient safety assessment, octanal dimethyl acetal, CAS Registry Number 10022-28-3. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2018.01.039
- Api dkk. (2025). Update to RIFM fragrance ingredient safety assessment, octanal dimethyl acetal, CAS Registry Number 10022-28-3. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2025.115555
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
