Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 59776-88-4

Methyl 2-Oxo-1-pyrrolidineacetate TCI O0205

Methyl 2-Oxo-1-pyrrolidineacetate TCI O0205

Identitas Kimia

No. CAS
59776-88-4
PubChem
CID 108835·SID 87574198
Rumus molekul
C7H11NO3
Berat molekul
157.17 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
methyl 2-(2-oxopyrrolidin-1-yl)acetate
SMILES
COC(=O)CN1CCCC1=O
InChIKey
HPDZYDTXCOFUOY-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.466.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 2.466.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Methyl 2-Oxo-1-pyrrolidineacetate dari TCI (kode O0205) adalah ester metil dari asam 2-okso-1-pirolidinasetat, yaitu turunan pirolidon (γ-laktam) yang membawa gugus asetat pada atom nitrogen. Senyawa ini termasuk blok bangun heterosiklik yang banyak dimanfaatkan dalam sintesis organik dan kimia farmasi. Salah satu perannya yang dikenal luas adalah sebagai prekursor golongan senyawa racetam, karena reaksi amidasi gugus esternya menghasilkan kerangka 2-okso-1-pirolidinasetamida yang menjadi inti piracetam.

Bahan ini dipilih karena menggabungkan cincin laktam yang stabil dengan gugus ester metil yang mudah dimodifikasi. Ester dapat dihidrolisis menjadi asam, direaksikan dengan amina menjadi amida, atau direduksi menjadi alkohol, sehingga satu senyawa awal dapat mengarah ke banyak turunan. Cincin pirolidon memberikan polaritas dan kemampuan menerima ikatan hidrogen, sifat yang sering dicari dalam desain molekul bioaktif. Ketersediaannya dalam kemurnian reagen memudahkan peneliti memperoleh hasil yang dapat direproduksi dan memudahkan karakterisasi produk turunan.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini relevan bagi kelompok riset kimia medisinal di fakultas farmasi, laboratorium sintesis organik, dan tim pengembangan standar analitik yang membutuhkan senyawa pembanding terkait. Kemasan 5g dan 25g memberikan fleksibilitas untuk optimasi rute sintesis maupun produksi turunan dalam jumlah lebih besar. Mahasiswa dan peneliti juga dapat memakainya sebagai contoh praktis reaksi amidasi ester dalam praktikum sintesis tingkat lanjut.

  • Sintesis turunan racetam: amidasi gugus ester dengan amonia atau amina menghasilkan kerangka 2-okso-1-pirolidinasetamida yang menjadi inti berbagai senyawa golongan ini.
  • Pembuatan pustaka amida untuk skrining kimia medisinal: gugus ester mudah bereaksi dengan beragam amina sehingga variasi substituen dapat dibuat secara efisien.
  • Hidrolisis menjadi asam 2-okso-1-pirolidinasetat: asam hasil hidrolisis dapat dikopling lebih lanjut dengan reagen aktivasi untuk membentuk konjugat atau turunan lain.
  • Standar pembanding dalam analisis impuritas: senyawa ini dapat dipakai untuk identifikasi zat antara atau pengotor terkait dalam pengembangan metode HPLC produk farmasi.
  • Praktikum sintesis organik tingkat lanjut: reaksinya yang lugas memperlihatkan konsep reaktivitas ester dan kestabilan cincin laktam dengan cara yang mudah diamati mahasiswa.

Merek TCI (kode produk O0205)
Nomor CAS 59776-88-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik lihat label dan CoA produk
Penyimpanan tempat sejuk dan kering, wadah tertutup rapat

Simpan Methyl 2-Oxo-1-pyrrolidineacetate dalam botol asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari basa kuat, asam kuat, dan zat pengoksidasi karena gugus ester dapat terhidrolisis. Kerjakan di lemari asam atau area berventilasi baik, dan gunakan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, serta jas laboratorium. Hindari kontak dengan kulit dan mata. Periksa SDS untuk klasifikasi bahaya dan tindakan pertolongan pertama sebelum penggunaan pertama.

—