Oleuropein adalah senyawa alami yang ditemukan dalam daun zaitun (Olea europaea), dan digunakan secara luas dalam penelitian bidang kehidupan. Bahan ini memiliki aktivitas biologis yang signifikan, seperti antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba, sehingga menjadi bahan penting dalam eksperimen terkait kesehatan, farmakologi, dan biokimia. Oleuropein sering digunakan sebagai bahan baku dalam pengembangan obat, penelitian nutrisi, dan uji aktivitas senyawa alami. Dalam laboratorium, senyawa ini juga digunakan untuk studi tentang efek senyawa fenolik terhadap sel manusia dan hewan.
Oleuropein memiliki struktur kimia kompleks yang memungkinkannya berinteraksi dengan berbagai jalur biologis. Senyawa ini stabil dalam kondisi tertentu, namun rentan terhadap oksidasi jika tidak disimpan dengan benar. Sifatnya yang bersifat antioksidan membuatnya menjadi pilihan utama dalam penelitian tentang penyakit degeneratif dan penyakit kronis. Karena kemurnian tinggi dan konsistensi kualitas, Oleuropein dari TCI sangat diminati oleh peneliti di berbagai bidang ilmu kehidupan.
Dalam konteks laboratorium Indonesia, Oleuropein digunakan untuk penelitian terapan seperti uji aktivitas antioksidan, pengembangan produk herbal, dan studi efek farmakologis. Bahan ini juga sering digunakan dalam program penelitian yang berfokus pada penggunaan bahan alami dalam bidang kesehatan. Ketersediaan dan kualitas Oleuropein dari TCI membuatnya menjadi pilihan yang tepat untuk peneliti lokal yang ingin mengakses bahan baku berkualitas tinggi.
- Uji aktivitas antioksidan untuk mengevaluasi efek senyawa alami pada sel manusia
- Pengembangan produk herbal yang memiliki aktivitas farmakologis terukur
- Studi efek anti-inflamasi pada model hewan untuk penelitian penyakit kronis
- Penelitian tentang mekanisme aksi senyawa fenolik dalam tubuh manusia
- Analisis kandungan senyawa bioaktif dalam ekstrak tanaman sebagai bahan baku obat
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 32619-42-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Crude Medicine Ingredients for Research and Experimental Use |
| Ukuran kemasan | 25mg, 100mg |
| Bentuk fisik | Padatan kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Oleuropein harus disimpan dalam wadah kedap udara, jauh dari paparan cahaya langsung dan suhu tinggi. Wadah yang sesuai adalah botol kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini perlu ditangani dengan hati-hati, terutama saat melakukan manipulasi kimia atau analisis. Pastikan area kerja bersih dan terhindar dari kontaminasi silang. Oleuropein tidak memiliki sifat beracun, namun tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit atau mata.
- ARI (2022). Oleuropein ve Farmakolojik Etkileri. Adnan Menderes Üniversitesi Sağlık Bilimleri Fakültesi Dergisi doi:10.46237/amusbfd.995192
- Topuz dkk. (2021). Oleuropein extraction from leaves of three olive varieties ( Olea europaea L.): Antioxidant and antimicrobial properties of purified oleuropein and oleuropein extracts. Journal of Food Processing and Preservation doi:10.1111/jfpp.15697
- Leri dkk. (2019). Oleuropein aglycone and hydroxytyrosol interfere differently with toxic Aβ1-42 aggregation. Food and Chemical Toxicology doi:10.1016/j.fct.2019.04.015
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
