Obeticholic Acid (OCA), dengan nomor CAS 459789-99-2, adalah senyawa kimia yang digunakan dalam penelitian bidang kehidupan ilmiah, terutama dalam bidang biokimia dan reagen. Bahan ini memiliki struktur molekuler yang kompleks dan digunakan sebagai bahan baku untuk berbagai eksperimen terkait metabolisme dan fungsi organ. Dalam laboratorium, OCA sering digunakan sebagai bahan aktif dalam penelitian obat, terutama dalam pengembangan terapi untuk penyakit hati.
Obeticholic Acid memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Bahan ini juga memiliki kemurnian tinggi, yang menjadikannya pilihan utama untuk eksperimen yang membutuhkan presisi dan akurasi. Karena sifatnya yang tidak mudah terurai, OCA cocok untuk berbagai jenis analisis kimia dan biokimia.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, produk ini digunakan oleh peneliti dan institusi pendidikan untuk eksperimen terkait penyakit hati, metabolisme lipid, dan pengembangan obat. Bahan ini juga menjadi bagian dari penelitian terapan yang mendukung inovasi dalam bidang kesehatan masyarakat.
- Penelitian tentang penyakit hati dan efek farmakologis obat
- Pengujian aktivitas biologis senyawa kimia dalam eksperimen in vitro
- Pengembangan obat baru untuk gangguan metabolisme lipid
- Analisis komposisi kimia dalam sampel biologis
- Studi tentang mekanisme kerja senyawa aktif dalam tubuh
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 459789-99-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Steroids |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | Serbuk kristalin |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Obeticholic Acid harus disimpan dalam wadah yang kedap udara dan terlindung dari cahaya matahari langsung. Penyimpanan dalam suhu kamar yang stabil sangat disarankan. Karena sifatnya yang kimia, bahan ini perlu ditangani dengan hati-hati, menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker. Pastikan wadah tidak terbuka selama penggunaan untuk mencegah kontaminasi dan kerusakan.
- Feng (2018). Clarification of Obeticholic Acid Dosing: Response to “Occurrence of Jaundice Following Simultaneous Ursodeoxycholic Acid Cessation and Obeticholic Acid Initiation” by Quigley et al.. Digestive Diseases and Sciences doi:10.1007/s10620-018-5083-7
- (2021). Case study: primary biliary cholangitis management with obeticholic acid. Pharmaceutical Journal doi:10.1211/pj.2021.1.99737
- Valluri dkk. (2021). A novel LC‐MS/MS method for simultaneous estimation of obeticholic acid, glyco‐obeticholic acid, tauro‐obeticholic acid in human plasma and its application to a pharmacokinetic study. Journal of Separation Science doi:10.1002/jssc.202001050
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
