Sodium Arsenite atau natrium arsenit adalah senyawa anorganik arsen trivalen dalam bentuk garam natrium. Dalam katalog TCI, bahan ini digolongkan dalam kimia unsur golongan utama untuk katalisis dan kimia anorganik. Di laboratorium, natrium arsenit memiliki peran yang cukup spesifik: sebagai reagen dalam kimia analitik, sebagai bahan acuan dalam penelitian kontaminasi arsen, dan sebagai agen penginduksi stres oksidatif dalam riset biologi sel. Perlu ditekankan sejak awal bahwa senyawa ini sangat beracun dan karsinogenik, sehingga hanya boleh digunakan oleh personel terlatih.
Natrium arsenit dipilih karena arsen trivalen memiliki reaktivitas kimia dan biologis yang khas. Dalam biologi sel, senyawa ini dikenal luas sebagai pemicu respons stres seluler dan pembentukan *stress granule*, sehingga sering dipakai sebagai kontrol positif dalam studi mekanisme pertahanan sel. Dalam kimia analitik, arsenit memiliki sifat pereduksi yang dimanfaatkan pada beberapa metode titrasi klasik. Kelarutannya dalam air memudahkan pembuatan larutan dengan konsentrasi yang terkontrol untuk keperluan percobaan.
Di Indonesia, isu kontaminasi arsen pada air tanah, area pertambangan, dan lingkungan menjadi perhatian penelitian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Laboratorium yang mengembangkan metode deteksi arsen, menguji bahan adsorben, atau mempelajari toksikologi dapat memanfaatkan natrium arsenit sebagai bahan acuan. Kemasan 25 g dan 100 g tersedia, namun mengingat toksisitasnya, laboratorium sangat disarankan membeli sesuai kebutuhan nyata, memiliki prosedur pengelolaan limbah B3 yang jelas, dan mematuhi regulasi bahan berbahaya yang berlaku.
- Penginduksi stres oksidatif pada kultur sel: natrium arsenit banyak dipakai sebagai kontrol positif untuk memicu respons stres seluler dan pembentukan stress granule dalam riset biologi molekuler.
- Penelitian adsorben penghilang arsen: senyawa ini menjadi sumber arsen trivalen terdefinisi untuk menguji kapasitas dan kinetika adsorpsi material penjerap pada pengolahan air.
- Pengembangan dan validasi metode deteksi arsen: larutan arsenit dengan konsentrasi terkontrol berguna untuk kalibrasi dan uji perolehan kembali pada metode analisis spesiasi arsen.
- Kajian toksikologi dan lingkungan: bahan ini dipakai untuk mempelajari mekanisme toksisitas arsen serta perilaku spesiasi arsen dalam sampel tanah dan air.
- Reagen pereduksi dalam kimia analitik klasik: sifat pereduksi arsen trivalen dimanfaatkan dalam beberapa metode titrasi redoks dan reaksi analitik tertentu.
| Merek | TCI (kode produk O0715) |
|---|---|
| Nomor CAS | 7784-46-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Catalysis and Inorganic Chemistry > Main-group Elements [Catalysis and Inorganic Chemistry] |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | padatan; konfirmasi detail pada label atau CoA |
| Penyimpanan | simpan terkunci, tertutup rapat, kering, terpisah dari asam; bahan sangat beracun |
Natrium arsenit sangat beracun bila tertelan, terhirup, atau terserap kulit, serta bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi lingkungan. Simpan dalam wadah asli yang tertutup rapat di lemari bahan beracun yang terkunci, kering, dan terpisah dari asam serta oksidator. Akses dan pemakaian harus dicatat. Tangani hanya di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pelindung, jas laboratorium, dan bila diperlukan pelindung pernapasan. Hindari pembentukan debu. Limbah wajib dikelola sebagai limbah B3 sesuai regulasi, dan SDS harus dipelajari sebelum digunakan.
- Goudarzi dkk. (2023). Berberine alleviates sodium arsenite-induced renal and liver toxicity by regulating oxidative stress and inflammation in rats. Toxicology and Environmental Health Sciences doi:10.1007/s13530-023-00168-7
- Pairor dkk. (2021). Increase of glycogen storage by sodium arsenite in rat cortical astrocytes through glycogen synthase activation and its association to toxicity. Toxicology and Environmental Health Sciences doi:10.1007/s13530-021-00094-6
- Nakareangrit dkk. (2015). Sodium arsenite inhibited genomic estrogen signaling but induced pERα (Ser118) via MAPK pathway in breast cancer cells. Environmental Toxicology doi:10.1002/tox.22122
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
