Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 112-67-4

Palmitoyl Chloride, CAS 112-67-4, TCI P0009

Palmitoyl Chloride, CAS 112-67-4, TCI P0009

Identitas Kimia

No. CAS
112-67-4
PubChem
CID 8206·SID 87574292
Rumus molekul
C16H31ClO
Berat molekul
274.9 g/mol
Kemurnian
>97.0%(T)
Basis data rujukan
ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
hexadecanoyl chloride
SMILES
CCCCCCCCCCCCCCCC(=O)Cl
InChIKey
ARBOVOVUTSQWSS-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 530.250,00
Harga reguler Rp 386.400,00 Harga obral Rp 530.250,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Volume
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Palmitoyl Chloride (palmitoil klorida) dari TCI adalah asil klorida dari asam palmitat. Senyawa ini membawa rantai alkil jenuh C16 dan gugus karbonil klorida yang sangat reaktif. Sebagai building block non-heterosiklik, palmitoil klorida adalah salah satu agen asilasi paling kuat untuk memindahkan gugus palmitoil ke alkohol, amina, tiol, dan nukleofil lain. Di laboratorium, senyawa ini dipakai untuk sintesis ester, amida, dan keton yang mengandung rantai lemak. Senyawa ini juga dipakai untuk membuat lipid sintetis dan memodifikasi permukaan material atau biomolekul.

Palmitoil klorida dipilih karena reaktivitasnya yang tinggi. Reaksi asilasi biasanya berlangsung cepat pada suhu rendah hingga suhu ruang, dengan bantuan basa seperti trietilamina atau piridina untuk menetralkan HCl yang terbentuk. Reaktivitas ini membuatnya efektif untuk substrat yang kurang reaktif terhadap anhidrida atau asam bebas. Bentuknya yang cair dan kemasannya dalam satuan volume juga memudahkan penakaran dengan syringe atau pipet di bawah atmosfer inert. Kebutuhan inilah yang membuat bahan ini sering dipakai dalam sintesis multi-tahap.

Di Indonesia, palmitoil klorida relevan untuk laboratorium kimia organik sintetis, farmasi, dan material, misalnya untuk sintesis lipid, surfaktan amida, ester lipofilik untuk kosmetik, dan hidrofobisasi permukaan serat alam. Kemasan 25mL cocok untuk sintesis skala laboratorium dan optimasi metode. Kemasan 500mL mendukung kelompok riset yang menjalankan modifikasi material atau produksi turunan dalam jumlah lebih besar.

Brosur TCI (PDF)

  • Asilasi alkohol menjadi ester palmitat: reaktivitas asil klorida yang tinggi memungkinkan esterifikasi cepat, bahkan pada alkohol sekunder atau substrat yang kurang reaktif.
  • Sintesis amida asam lemak: reaksi dengan amina menghasilkan palmitamida yang dipelajari sebagai surfaktan, molekul sinyal lipid, dan bahan aktif farmasi.
  • Pembuatan lipid sintetis: senyawa ini dipakai untuk memasang rantai palmitoil pada kerangka gliserol atau sfingosin dalam sintesis fosfolipid dan lipid kompleks.
  • Hidrofobisasi permukaan material: asilasi gugus hidroksil pada selulosa, serat alam, atau silika meningkatkan sifat tahan air untuk riset komposit dan pelapis.
  • Asilasi Friedel-Crafts: dengan katalis asam Lewis, palmitoil klorida dapat memasang gugus asil panjang pada cincin aromatik untuk menghasilkan aril keton.

Dari brosur TCI

  • Reagen palmitoilasi untuk memasukkan gugus asam lemak guna mengoptimalkan farmakokinetik

Merek TCI
Nomor CAS 112-67-4
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25mL, 500mL
Bentuk fisik cairan
Penyimpanan sejuk, kering, tertutup rapat, sebaiknya di bawah gas inert, terlindung dari kelembapan

Palmitoil klorida bereaksi dengan air dan kelembapan udara membentuk asam palmitat dan gas hidrogen klorida yang korosif. Simpan dalam botol aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di bawah nitrogen atau argon, jauh dari air, alkohol, amina, dan basa. Bahan ini bersifat korosif, jadi selalu tangani di lemari asam dan kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman atau pelindung wajah, serta jas laboratorium. Gunakan syringe dan peralatan gelas yang kering. Netralkan sisa reagen secara hati-hati sesuai SDS.

  • Lee dkk. (2023). Study on manufacturing hot water-resistant PVOH coated paper by gas grafting palmitoyl chloride (II)–Control of palmitoyl chloride penetration by inorganic pigments coating. Nordic Pulp & Paper Research Journal doi:10.1515/npprj-2022-0069
  • Lee dkk. (2022). Study on manufacturing hot water-resistant PVOH coated paper by gas grafting palmitoyl chloride (I) – Penetration of palmitoyl chloride during gas grafting of PVOH-coated paper. Nordic Pulp & Paper Research Journal doi:10.1515/npprj-2022-0068
  • Prakash dkk. (2008). Enhancing the properties of wood through chemical modification with palmitoyl chloride. Applied Surface Science doi:10.1016/j.apsusc.2007.07.137

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.

Referensi dari brosur TCI

  1. Sharon Myers. Acylation of Human Insulin With Palmitic Acid Extends the Time Action of Human Insulin in Diabetic Dogs Diabetes, 1997. doi:10.2337/diab.46.4.637
  2. Lotte B. Knudsen. Potent Derivatives of Glucagon-like Peptide-1 with Pharmacokinetic Properties Suitable for Once Daily Administration Journal of Medicinal Chemistry, 2000. doi:10.1021/jm9909645
  3. Sung‐Hyun Yang. Lipidation of Cysteine or Cysteine‐Containing Peptides Using the Thiol‐Ene Reaction (CLipPA) European Journal of Organic Chemistry, 2016. doi:10.1002/ejoc.201501375