Palmitoyl Chloride (palmitoil klorida) dari TCI adalah asil klorida dari asam palmitat. Senyawa ini membawa rantai alkil jenuh C16 dan gugus karbonil klorida yang sangat reaktif. Sebagai building block non-heterosiklik, palmitoil klorida adalah salah satu agen asilasi paling kuat untuk memindahkan gugus palmitoil ke alkohol, amina, tiol, dan nukleofil lain. Di laboratorium, senyawa ini dipakai untuk sintesis ester, amida, dan keton yang mengandung rantai lemak. Senyawa ini juga dipakai untuk membuat lipid sintetis dan memodifikasi permukaan material atau biomolekul.
Palmitoil klorida dipilih karena reaktivitasnya yang tinggi. Reaksi asilasi biasanya berlangsung cepat pada suhu rendah hingga suhu ruang, dengan bantuan basa seperti trietilamina atau piridina untuk menetralkan HCl yang terbentuk. Reaktivitas ini membuatnya efektif untuk substrat yang kurang reaktif terhadap anhidrida atau asam bebas. Bentuknya yang cair dan kemasannya dalam satuan volume juga memudahkan penakaran dengan syringe atau pipet di bawah atmosfer inert. Kebutuhan inilah yang membuat bahan ini sering dipakai dalam sintesis multi-tahap.
Di Indonesia, palmitoil klorida relevan untuk laboratorium kimia organik sintetis, farmasi, dan material, misalnya untuk sintesis lipid, surfaktan amida, ester lipofilik untuk kosmetik, dan hidrofobisasi permukaan serat alam. Kemasan 25mL cocok untuk sintesis skala laboratorium dan optimasi metode. Kemasan 500mL mendukung kelompok riset yang menjalankan modifikasi material atau produksi turunan dalam jumlah lebih besar.
- Asilasi alkohol menjadi ester palmitat: reaktivitas asil klorida yang tinggi memungkinkan esterifikasi cepat, bahkan pada alkohol sekunder atau substrat yang kurang reaktif.
- Sintesis amida asam lemak: reaksi dengan amina menghasilkan palmitamida yang dipelajari sebagai surfaktan, molekul sinyal lipid, dan bahan aktif farmasi.
- Pembuatan lipid sintetis: senyawa ini dipakai untuk memasang rantai palmitoil pada kerangka gliserol atau sfingosin dalam sintesis fosfolipid dan lipid kompleks.
- Hidrofobisasi permukaan material: asilasi gugus hidroksil pada selulosa, serat alam, atau silika meningkatkan sifat tahan air untuk riset komposit dan pelapis.
- Asilasi Friedel-Crafts: dengan katalis asam Lewis, palmitoil klorida dapat memasang gugus asil panjang pada cincin aromatik untuk menghasilkan aril keton.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 112-67-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | sejuk, kering, tertutup rapat, sebaiknya di bawah gas inert, terlindung dari kelembapan |
Palmitoil klorida bereaksi dengan air dan kelembapan udara membentuk asam palmitat dan gas hidrogen klorida yang korosif. Simpan dalam botol aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, sebaiknya di bawah nitrogen atau argon, jauh dari air, alkohol, amina, dan basa. Bahan ini bersifat korosif, jadi selalu tangani di lemari asam dan kenakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman atau pelindung wajah, serta jas laboratorium. Gunakan syringe dan peralatan gelas yang kering. Netralkan sisa reagen secara hati-hati sesuai SDS.
- Lee dkk. (2023). Study on manufacturing hot water-resistant PVOH coated paper by gas grafting palmitoyl chloride (II)–Control of palmitoyl chloride penetration by inorganic pigments coating. Nordic Pulp & Paper Research Journal doi:10.1515/npprj-2022-0069
- Lee dkk. (2022). Study on manufacturing hot water-resistant PVOH coated paper by gas grafting palmitoyl chloride (I) – Penetration of palmitoyl chloride during gas grafting of PVOH-coated paper. Nordic Pulp & Paper Research Journal doi:10.1515/npprj-2022-0068
- Prakash dkk. (2008). Enhancing the properties of wood through chemical modification with palmitoyl chloride. Applied Surface Science doi:10.1016/j.apsusc.2007.07.137
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
