Phenolphthalin [for redox indicator] dari TCI (kode P0095) adalah bentuk tereduksi dari fenolftalein. Strukturnya hampir sama dengan fenolftalein, tetapi tidak memiliki sistem terkonjugasi yang menghasilkan warna, sehingga senyawa ini tidak berwarna. Saat dioksidasi, phenolphthalin kembali menjadi fenolftalein yang berwarna merah muda dalam suasana basa. Karena itu, di laboratorium analitik bahan ini dipakai sebagai indikator redoks untuk mendeteksi keberadaan oksidator atau aktivitas katalitik yang mirip peroksidase.
Bahan ini dipilih karena perubahan warnanya sangat jelas, dari tak berwarna menjadi merah muda terang, sehingga mudah diamati dengan mata tanpa alat khusus. Reaksi oksidasinya dapat dikatalisis oleh gugus heme bersama hidrogen peroksida. Prinsip inilah yang mendasari uji presumtif darah yang dikenal sebagai uji Kastle-Meyer. Phenolphthalin dari TCI ditujukan khusus untuk keperluan indikator redoks, sehingga mutunya sesuai untuk pekerjaan analitik yang membutuhkan respons warna yang jelas dan dapat diulang.
Di Indonesia, phenolphthalin berguna bagi laboratorium kimia analitik, forensik, biokimia, dan pendidikan kimia. Dosen dan laboran dapat memakainya untuk praktikum reaksi redoks yang menarik secara visual. Laboratorium riset dapat memanfaatkannya untuk uji kualitatif aktivitas peroksidase atau keberadaan oksidator dalam sampel. Kemasan 25g cukup untuk banyak pembuatan larutan reagen, karena indikator ini umumnya dipakai dalam jumlah kecil setiap kali uji.
- Uji presumtif darah (Kastle-Meyer): heme dalam darah mengkatalisis oksidasi phenolphthalin oleh hidrogen peroksida, sehingga muncul warna merah muda sebagai indikasi awal adanya darah.
- Indikator titrasi dan reaksi redoks: perubahan dari bentuk tak berwarna menjadi fenolftalein berwarna menandai terjadinya oksidasi dengan jelas, sehingga cocok untuk pengamatan reaksi redoks.
- Deteksi aktivitas peroksidase: enzim atau senyawa dengan aktivitas mirip peroksidase mempercepat oksidasi phenolphthalin, sehingga aktivitasnya bisa dideteksi secara kualitatif lewat perubahan warna.
- Demonstrasi dan praktikum pendidikan: perubahan warnanya yang dramatis dan mudah diamati membuat bahan ini ideal untuk mengajarkan konsep oksidasi-reduksi dan katalisis kepada mahasiswa.
- Deteksi oksidator dalam sampel: kepekaannya terhadap zat pengoksidasi memungkinkan pemeriksaan cepat keberadaan oksidator dalam larutan uji sebelum dilakukan analisis kuantitatif lanjutan.
| Merek | TCI (kode produk P0095) |
|---|---|
| Nomor CAS | 81-90-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Analytical Chemistry > Analytical Reagents > Titration Reagents |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | padatan/serbuk; periksa label dan Certificate of Analysis untuk detailnya |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, terlindung dari cahaya dan oksidator |
Phenolphthalin dapat teroksidasi perlahan, jadi simpan dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya, dan jauh dari oksidator maupun udara lembap. Bila larutan reagen sudah berubah warna sebelum dipakai, kemungkinan reagen sudah teroksidasi. Buat larutan segar atau simpan larutan kerja dengan cara yang dapat mempertahankan bentuk tereduksinya. Pakai sarung tangan, jas laboratorium, dan kacamata pelindung saat bekerja, dan hindari menghirup debunya. Baca Safety Data Sheet (SDS) dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium.
—
![81-90-3 Phenolphthalin [for redox indicator] - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510P0095_a958ddd1-c0e6-4cb5-b60e-04c29c4303e0.jpg?v=1769057271&width=1445)