2-Phenoxyethanol dari TCI adalah eter glikol aromatik yang tersusun dari gugus fenoksi dan gugus etanol, sehingga memiliki sekaligus bagian aromatik dan gugus hidroksil primer. Di laboratorium, senyawa ini dikenal luas sebagai pelarut, bahan pengawet, dan blok pembangun non-heterosiklik. 2-Phenoxyethanol juga banyak dikenal dalam formulasi kosmetik dan farmasi sebagai pengawet antimikroba, serta dalam riset perikanan dan biologi akuatik sebagai agen anestesi untuk ikan dalam penelitian.
2-Phenoxyethanol dipilih karena sifatnya yang ampifilik: bagian aromatiknya memberi afinitas terhadap senyawa organik, sementara gugus hidroksilnya memberi kelarutan tertentu dalam air dan pelarut polar. Kombinasi ini menjadikannya pelarut yang baik untuk zat warna, resin, dan tinta. Aktivitas antimikrobanya yang dikenal luas menjadikannya pengawet yang umum dipakai. Dari sisi sintesis, gugus hidroksil primernya mudah diubah menjadi ester, eter, halida, maupun dioksidasi menjadi asam fenoksiasetat.
Di Indonesia, 2-phenoxyethanol relevan untuk laboratorium pengembangan kosmetik dan produk perawatan pribadi, laboratorium farmasi yang menguji efektivitas pengawet, serta laboratorium perikanan dan akuakultur yang memerlukan anestesi ikan untuk penanganan dan pengamatan. Kelompok riset sintesis organik juga memakainya sebagai bahan awal. Kemasan 25g sesuai untuk uji formulasi dan riset awal, sedangkan kemasan 500g lebih praktis untuk pemakaian rutin sebagai pelarut atau bahan baku percobaan.
Produk TCI terkait
- TCI E0047 110-80-5 2-Ethoxyethanol
- TCI M0111 109-86-4 2-Methoxyethanol (stabilized with BHT)
- TCI P1953 122-99-6 2-Phenoxyethanol [for Biochemical Research]
- TCI A1400 48145-04-6 2-Phenoxyethyl Acrylate (stabilized with MEHQ)
- TCI A0935 6192-44-5 2-Phenoxyethyl Acetate
- TCI P2468 10595-06-9 2-Phenoxyethyl Methacrylate (stabilized with HQ + MEHQ)
- Pengawet dalam formulasi kosmetik dan farmasi: aktivitas antimikrobanya yang dikenal luas menjadikan 2-phenoxyethanol bahan uji utama dalam penelitian sistem pengawet dan uji tantang mikroba.
- Anestesi ikan dalam riset perikanan: senyawa ini lazim dipakai untuk membius ikan secara sementara saat pengukuran, penandaan, atau pengambilan sampel dalam penelitian akuakultur.
- Pelarut untuk zat warna, resin, dan tinta: sifat ampifiliknya memungkinkan pelarutan berbagai senyawa organik sehingga berguna dalam pengembangan formulasi pelapis dan tinta.
- Blok pembangun sintesis organik: gugus hidroksil primernya mudah diesterifikasi, dihalogenasi, atau dioksidasi, sehingga menjadi bahan awal untuk turunan fenoksietil dan asam fenoksiasetat.
- Standar acuan analisis pengawet: 2-phenoxyethanol dapat dipakai sebagai senyawa pembanding dalam pengembangan metode HPLC atau GC untuk penetapan kadar pengawet pada produk.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 122-99-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | cairan pada suhu ruang; rujuk label dan CoA untuk detail |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan jauh dari oksidator kuat |
2-Phenoxyethanol sebaiknya disimpan dalam botol kaca atau wadah aslinya yang tertutup rapat, di ruangan sejuk, kering, dan berventilasi baik, terlindung dari cahaya langsung serta jauh dari panas dan oksidator kuat. Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi mata yang serius, jadi gunakan kacamata pelindung, sarung tangan nitril, dan jas laboratorium saat menanganinya. Hindari menghirup uapnya, terutama saat dipanaskan, dengan bekerja di lemari asam. Untuk riset hewan, ikuti protokol etik yang berlaku. Baca SDS sebelum digunakan.
- Yatabe dkk. (2025). Contact Urticaria Caused by Ultrasound Gel Containing Phenoxyethanol in a 4‐Year‐Old Boy. Contact Dermatitis doi:10.1111/cod.70039
- Jung (2020). Continuous Enzymatic Synthesis of Phenoxyethanol Galactoside. Journal of Biotechnology and Bioindustry doi:10.37503/jbb.2020.8.57
- Wilson dkk. (1990). Susceptibility of Oral Bacteria to Phenoxyethanol and Phenoxyethanol/ Chlorhexidine Combinations. Journal of Periodontology doi:10.1902/jop.1990.61.8.536
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
