1-Phenoxy-2-propanol adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia. Bahan ini sering ditemukan dalam sintesis senyawa organik, terutama dalam reaksi substitusi dan reaksi katalitik. Sebagai building block, senyawa ini memiliki peran penting dalam pembuatan senyawa kompleks yang digunakan dalam bidang farmasi, material, dan kimia industri.
Bahan ini memiliki struktur molekul yang stabil dan reaktivitas yang cukup baik, sehingga memungkinkan reaksi kimia berjalan dengan efisiensi tinggi. Sifat polaritas dan kelarutan dalam pelarut organik membuatnya mudah digunakan dalam berbagai kondisi laboratorium. Karena sifatnya yang tidak mengandung heterosiklik, senyawa ini cocok untuk aplikasi yang membutuhkan kebersihan kimia tinggi.
Di laboratorium Indonesia, 1-Phenoxy-2-propanol sering digunakan dalam penelitian kimia organik, pengembangan obat, dan produksi bahan kimia industri. Bahan ini juga digunakan dalam pengujian kualitas dan analisis kimia untuk memastikan keakuratan hasil eksperimen.
- Sintesis senyawa organik kompleks membutuhkan bahan dasar yang stabil dan reaktif
- Pengembangan obat baru memerlukan senyawa yang dapat berpartisipasi dalam reaksi kimia berbagai jenis
- Analisis kimia untuk mengidentifikasi komponen dalam campuran reaksi
- Penelitian material baru yang membutuhkan senyawa dengan sifat polaritas tertentu
- Uji kualitas produk kimia industri untuk memastikan keakuratan dan keamanan
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 770-35-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | Cairan |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari sumber panas |
1-Phenoxy-2-propanol harus disimpan dalam wadah tertutup rapat di tempat yang sejuk dan kering. Bahan ini bersifat polar dan mudah larut dalam pelarut organik, sehingga wadah harus terlindung dari kelembapan dan sinar matahari langsung. Selama penanganan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker, karena potensi iritasi kulit dan mata.
—
