4-Aminoazobenzene adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai reaksi kimia untuk sintesis senyawa kompleks. Bahan ini sering diaplikasikan dalam bidang kimia organik sebagai bahan baku pembentukan senyawa azo yang memiliki struktur aromatik. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai bahan dasar untuk reaksi coupling dan reaksi substitusi, yang menjadi dasar dalam pembuatan senyawa obat, pigmen, dan bahan kimia industri.
Karena sifatnya yang stabil dan reaktivitas yang baik, 4-Aminoazobenzene menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen kimia. Senyawa ini memiliki struktur yang jelas dan mudah diidentifikasi, sehingga memudahkan proses analisis dan pemrosesan. Selain itu, senyawa ini memiliki daya tarik kimia yang tinggi, memungkinkan reaksi dengan berbagai substrat lain, seperti amina, asam, dan alkohol.
Dalam konteks laboratorium di Indonesia, 4-Aminoazobenzene sering digunakan oleh peneliti dan mahasiswa di berbagai institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian. Bahan ini menjadi bagian penting dalam program penelitian kimia organik, terutama dalam studi tentang sintesis senyawa baru dan modifikasi struktur molekul.
Produk TCI terkait
- Sintesis senyawa azo untuk pengembangan pigmen dan bahan warna
- Reaksi coupling dalam pembuatan senyawa kompleks organik
- Pengujian reaktivitas senyawa aromatik dalam reaksi substitusi
- Penelitian tentang struktur dan sifat senyawa kimia dalam bidang farmasi
- Penggunaan dalam eksperimen kimia untuk pendidikan tingkat universitas
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 60-09-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 100g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan cahaya langsung |
4-Aminoazobenzene harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan ditempatkan di area yang sejuk serta kering. Bahan ini bersifat kimia yang relatif stabil, namun tetap perlu dihindari dari paparan panas berlebihan atau cahaya langsung. Dalam penanganan, gunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung. Pastikan area penyimpanan tidak terbuka dan terjaga kelembapan agar senyawa tetap dalam kondisi optimal.
- Cortesi G (2013). Allergic Contact Dermatitis from Aminoazobenzene in Tattoo. Journal of Allergy & Therapy doi:10.4172/2155-6121.1000159
- Wu (2012). Studies on the Adsorption of p-Aminoazobenzene onto Kaolinite. The Open Surface Science Journal doi:10.2174/1876531901204010014
- Timofei (1995). Structure-affinity binding relationships of some 4-aminoazobenzene derivatives for cellulose fibre. Dyes and Pigments doi:10.1016/0143-7208(95)00057-m
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
