4-Phenyl-1,3-dioxane dari TCI adalah asetal siklik dengan cincin 1,3-dioksana enam anggota dan substituen fenil pada posisi 4. Walaupun cincinnya mengandung atom oksigen, TCI mengelompokkan senyawa ini sebagai building block non-heterosiklik dalam katalognya. Dalam kimia organik, senyawa ini dikenal sebagai contoh asetal siklik dari 1,3-diol, misalnya produk khas reaksi Prins antara stirena dan formaldehida. Di laboratorium, peneliti memakainya sebagai intermediat sintesis, senyawa model kimia asetal, dan bahan pembanding dalam studi reaksi siklisasi.
Peneliti memilih 4-Phenyl-1,3-dioxane karena gugus asetal siklik umumnya stabil dalam kondisi basa dan netral, tetapi dapat dibuka dalam kondisi asam. Sifat ini sangat berguna dalam strategi sintesis bertahap. Pembukaan cincin dioksana dapat menghasilkan turunan 1-fenil-1,3-propanadiol atau intermediat lain yang mengandung oksigen. Cincin enam anggotanya juga cocok untuk studi konformasi, karena posisi substituen fenil memengaruhi kestabilan konformer kursi. Gugus fenil memudahkan deteksi senyawa dengan UV saat pemantauan reaksi.
Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium kimia organik di universitas dan lembaga riset yang mempelajari reaksi Prins, kimia gugus pelindung, atau sintesis diol. Peneliti di bidang kimia wewangian dan intermediat farmasi juga dapat memakainya sebagai senyawa model atau bahan awal. Kemasan 25g sangat sesuai untuk penelitian skala laboratorium, skripsi, dan tesis yang membutuhkan bahan dalam jumlah terbatas tetapi tetap berkualitas.
Produk TCI terkait
- TCI B2682 2425-41-4 5,5-Bis(hydroxymethyl)-2-phenyl-1,3-dioxane
- TCI B1182 33884-43-4 2-(2-Bromoethyl)-1,3-dioxane
- TCI D2066 4845-50-5 1,4-Dioxane-2,3-diol
- TCI D0859 505-22-6 1,3-Dioxane
- TCI T3839 16837-14-2 2,2,5-Trimethyl-1,3-dioxane-5-carboxylic Acid
- TCI B3694 1585236-34-5 (2S,3S,5R,6R)-5,6-Bis(azidomethyl)-2,3-dimethoxy-2,3-dimethyl-1,4-dioxane
- Studi reaksi Prins: senyawa ini adalah produk khas kondensasi stirena dengan formaldehida, sehingga cocok sebagai standar pembanding saat peneliti mengoptimasi katalis dan kondisi reaksi Prins.
- Sumber turunan 1,3-diol: pembukaan cincin asetal dalam kondisi asam menghasilkan kerangka 1-fenil-1,3-propanadiol, yang menjadi intermediat berguna dalam sintesis senyawa bergugus oksigen.
- Kajian gugus pelindung: sebagai asetal siklik, senyawa ini membantu peneliti mempelajari stabilitas dan cara pelepasan pelindung diol dalam berbagai kondisi asam, basa, dan reduktif.
- Analisis konformasi: cincin dioksana enam anggota bersubstituen fenil adalah model yang baik untuk mempelajari preferensi konformasi kursi menggunakan spektroskopi NMR dan pemodelan molekul.
- Pemantauan reaksi kromatografi: gugus fenilnya menyerap UV, sehingga senyawa ini mudah dideteksi dengan KLT dan HPLC saat peneliti melacak reaksi pembentukan maupun pembukaan cincin.
| Merek | TCI (kode produk P0166) |
|---|---|
| Nomor CAS | 772-00-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | lihat CoA dan lembar data TCI untuk keterangan bentuk fisik |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan jauh dari asam |
Simpan 4-Phenyl-1,3-dioxane dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari api terbuka dan sumber panas. Karena gugus asetal mudah terhidrolisis oleh asam, pisahkan bahan ini dari asam kuat dan uap asam di area penyimpanan. Jauhkan juga dari oksidator kuat. Saat menangani bahan, gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, dan bekerjalah di lemari asam. Rujuk SDS dari TCI untuk informasi bahaya dan pemadaman kebakaran, lalu buang limbahnya sebagai limbah organik sesuai prosedur laboratorium.
—
