Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 101-84-8

Phenyl Ether TCI P0177

Phenyl Ether TCI P0177

Identitas Kimia

No. CAS
101-84-8
PubChem
CID 7583·SID 87574426
Rumus molekul
C12H10O
Berat molekul
170.21 g/mol
Kemurnian
>99.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA·Wikipedia
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
phenoxybenzene
SMILES
C1=CC=C(C=C1)OC2=CC=CC=C2
InChIKey
USIUVYZYUHIAEV-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 477.750,00
Harga reguler Harga obral Rp 477.750,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Phenyl Ether dari TCI (kode P0177), yang juga dikenal sebagai difenil eter, adalah senyawa aromatik sederhana berisi dua cincin fenil yang dihubungkan oleh satu atom oksigen. Di laboratorium, senyawa ini berperan sebagai building block non-heterosiklik sekaligus pelarut bertitik didih tinggi. Struktur diaril eter yang dimilikinya banyak ditemukan dalam senyawa farmasi, agrokimia, polimer berkinerja tinggi, dan bahan pewangi, sehingga difenil eter sering menjadi bahan awal atau senyawa model dalam penelitian.

Peneliti memilih difenil eter terutama karena kestabilan termal dan kimianya yang sangat baik. Ikatan eter aromatiknya tidak mudah putus, dan titik didihnya yang tinggi membuatnya cocok sebagai medium reaksi bersuhu tinggi yang sulit dicapai dengan pelarut biasa. Titik lelehnya dekat suhu ruang, sehingga bahan ini bisa tampak padat atau cair tergantung suhu lingkungan. Cincin aromatiknya juga dapat difungsionalisasi lewat substitusi elektrofilik untuk menghasilkan turunan baru. Selain itu, aromanya yang khas menyerupai geranium membuatnya dikenal dalam industri pewangi.

Di laboratorium Indonesia, difenil eter sering dipakai dalam sintesis senyawa heterosiklik pada suhu tinggi, misalnya siklisasi untuk membentuk kerangka kuinolon pada riset bahan obat. Senyawa ini juga dipakai dalam penelitian fluida perpindahan panas dan pembuatan nanopartikel. Pilihan kemasan 25 gram dan 500 gram memudahkan laboratorium menyesuaikan pembelian, baik untuk uji awal maupun pemakaian rutin sebagai pelarut reaksi.

  • Pelarut reaksi suhu tinggi: titik didih tinggi dan kestabilan termalnya memungkinkan reaksi siklisasi seperti Gould–Jacobs berlangsung pada suhu yang sulit dicapai pelarut organik umum.
  • Sintesis nanopartikel dan titik kuantum: sebagai pelarut nonpolar yang stabil pada suhu tinggi, difenil eter cocok untuk metode dekomposisi termal prekursor logam di laboratorium nanomaterial.
  • Bahan awal turunan diaril eter: cincin aromatiknya dapat dihalogenasi, dinitrasi, atau diasilasi untuk menghasilkan intermediat yang berguna dalam riset farmasi dan agrokimia.
  • Studi fluida perpindahan panas: difenil eter dikenal sebagai komponen fluida pemanas bersama bifenil, sehingga relevan untuk penelitian sifat termal dan kestabilan media pemanas.
  • Riset aroma dan formulasi pewangi: aromanya yang khas dan kestabilannya membuat senyawa ini berguna sebagai bahan acuan dalam studi komposisi dan analisis pewangi.

Merek TCI (kode produk P0177)
Nomor CAS 101-84-8
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g, 500g
Bentuk fisik padatan bertitik leleh rendah atau cairan, tergantung suhu ruang
Penyimpanan simpan tertutup rapat di tempat sejuk dan berventilasi baik

Simpan difenil eter dalam wadah kaca atau wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas dan bahan pengoksidasi kuat. Karena bahan dapat memadat pada suhu ruang yang lebih dingin, hangatkan perlahan dengan penangas air bila perlu dicairkan, dan jangan memakai api langsung. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan lemari asam, terutama saat bekerja pada suhu tinggi karena uapnya dapat mengiritasi. Senyawa ini berbahaya bagi organisme akuatik, jadi jangan buang limbah ke saluran air.

  • Milano dkk. (1992). Photooxydation d'ethers aromatiques halogenes: Bromo‐2 ethyl phenyl ether, bromo‐2 ethyl bromo‐4 phenyl ether et para‐bromo phenyl ethyl ether influence du peroxyde d'hydrogene. Environmental Technology doi:10.1080/09593339209385179
  • Kim dkk. (2000). Polymerization of Glycidyl Phenyl Ether with a Thiophosphonic Acid Ester as a Novel Thermally Latent Initiator. Chemistry Letters doi:10.1246/cl.2000.100
  • van Scheppingen dkk. (1997). Carbon−Oxygen Bond Strength in Diphenyl Ether and Phenyl Vinyl Ether: An Experimental and Computational Study. The Journal of Physical Chemistry A doi:10.1021/jp9704325

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.