Phenylthiohydantoin-(Nε-phenylthiocarbamyl)-lysine dari TCI adalah turunan asam amino lisin dalam bentuk feniltiohidantoin (PTH). Rantai sampingnya, yaitu gugus amina epsilon, telah bereaksi membentuk gugus feniltiokarbamil. Senyawa seperti ini terbentuk ketika residu lisin diurai dari ujung N peptida dalam metode degradasi Edman, yang memakai fenil isotiosianat. Di laboratorium biokimia dan analisis protein, senyawa ini berperan sebagai standar acuan untuk mengidentifikasi residu lisin dalam penentuan urutan asam amino.
Senyawa ini dipilih karena bentuknya sama dengan derivat yang benar-benar dihasilkan dari lisin selama sekuensing Edman. Pada lisin, gugus amina rantai sampingnya ikut bereaksi dengan fenil isotiosianat, sehingga derivat yang terbentuk berbeda dari derivat PTH asam amino lain. Dengan standar murni ini, analis dapat mencocokkan waktu retensi dan profil serapan pada kromatografi cair dengan tepat. Struktur cincin hidantoin yang membawa gugus fenil juga memberi serapan ultraviolet yang memadai untuk deteksi spektrofotometri.
Di Indonesia, bahan ini relevan bagi laboratorium biokimia, bioteknologi, dan proteomik di universitas maupun lembaga riset yang meneliti struktur protein dan peptida. Bahan ini juga bermanfaat bagi laboratorium yang mengembangkan atau memvalidasi metode kromatografi untuk derivat asam amino. Kemasan 100mg sudah memadai untuk menyiapkan larutan standar dalam banyak analisis, karena kebutuhan standar biasanya sangat kecil. Kemasan 1g cocok untuk laboratorium dengan frekuensi analisis tinggi atau kebutuhan pengembangan metode.
Brosur TCI (PDF)
- Amino Acids and Peptide Synthesis Reagents 2025-08-14 · hal. 22
Produk TCI terkait
- TCI P0731 182153-75-9 Phenylthiohydantoin-arginine Hydrochloride
- TCI P0729 4333-21-5 Phenylthiohydantoin-proline
- TCI P0379 4333-20-4 Phenylthiohydantoin-valine
- TCI P0376 2010-15-3 Phenylthiohydantoin-glycine
- TCI P0368 4332-95-0 Phenylthiohydantoin-tyrosine
- TCI P0364 5624-13-5 Phenylthiohydantoin-aspartic Acid
- Standar identifikasi sekuensing Edman: senyawa ini menjadi acuan untuk mengenali residu lisin yang terlepas dari ujung N peptida selama siklus degradasi.
- Kalibrasi kromatografi cair: larutan standarnya dipakai untuk menetapkan waktu retensi dan respons detektor saat memisahkan campuran derivat PTH asam amino.
- Validasi metode analisis asam amino: standar murni membantu menguji selektivitas, linearitas, dan keterulangan metode kromatografi yang dikembangkan di laboratorium.
- Penelitian kimia derivatisasi protein: senyawa ini menjadi model untuk mempelajari reaksi fenil isotiosianat dengan gugus amina alfa dan epsilon pada lisin.
- Pengajaran biokimia analitik: bahan ini membantu mahasiswa memahami prinsip penentuan urutan protein melalui praktikum identifikasi derivat asam amino dengan kromatografi.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 29635-94-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 100mg, 1g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan atau serbuk |
| Penyimpanan | simpan tertutup rapat, kering, terlindung dari cahaya; sebaiknya di tempat dingin |
Sebagai standar analitik, senyawa ini perlu dijaga mutunya. Simpan dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, kering, dan terlindung dari cahaya, sebaiknya di lemari pendingin sesuai anjuran produsen. Biarkan wadah mencapai suhu ruang sebelum dibuka agar tidak terjadi pengembunan. Siapkan larutan standar secukupnya, simpan dalam vial kaca berlabel, dan perhatikan masa pakainya. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium, hindari debunya, lalu baca SDS produsen.
—
