Prednisolone dari TCI (kode P0637) adalah hormon steroid sintetis dari golongan glukokortikoid. Senyawa ini adalah turunan kortisol (hidrokortison) dengan ikatan rangkap tambahan pada cincin A. Di laboratorium, prednisolone dipakai sebagai reagen penelitian farmasi untuk keperluan eksperimen. Senyawa ini menjadi alat penting dalam kajian imunologi, endokrinologi, dan biologi sel karena kemampuannya mengaktifkan reseptor glukokortikoid. Prednisolone juga banyak dipakai sebagai senyawa pembanding dalam analisis kimia sediaan farmasi berbasis kortikosteroid.
Peneliti memilih prednisolone karena aktivitas antiinflamasi dan imunosupresinya sudah terdokumentasi dengan baik. Dengan begitu, hasil percobaan mudah dibandingkan dengan literatur yang luas. Senyawa ini bekerja melalui reseptor glukokortikoid intraseluler dan memengaruhi ekspresi banyak gen yang terkait peradangan. Hal ini menjadikannya kontrol positif yang andal dalam uji antiinflamasi. Struktur steroidnya yang memiliki gugus keton terkonjugasi memberikan serapan UV yang jelas, sehingga mudah dideteksi dengan HPLC-UV untuk keperluan kuantifikasi.
Bagi laboratorium farmakologi, bioteknologi, dan kimia farmasi di universitas maupun industri farmasi Indonesia, prednisolone adalah reagen yang sering dibutuhkan. Penggunaannya mencakup uji aktivitas antiinflamasi bahan alam, pengembangan metode analisis, dan studi kultur sel. Pilihan kemasan 1 gram, 5 gram, dan 25 gram memudahkan penyesuaian dengan skala kebutuhan, dari uji pendahuluan hingga pengembangan metode rutin. Produk ini hanya untuk penelitian, bukan untuk penggunaan klinis.
- Kontrol positif uji antiinflamasi: aktivitas glukokortikoidnya yang sudah terdokumentasi menjadikannya pembanding andal saat menguji ekstrak bahan alam Indonesia.
- Penelitian imunologi dan kultur sel: prednisolone dipakai untuk menekan produksi sitokin dan aktivasi sel imun dalam model percobaan in vitro.
- Pengembangan metode HPLC kortikosteroid: serapan UV dari gugus keton terkonjugasinya memudahkan deteksi dan pemisahan dari steroid lain yang strukturnya mirip.
- Studi reseptor glukokortikoid: senyawa ini berfungsi sebagai ligan agonis untuk mempelajari pengikatan reseptor dan regulasi ekspresi gen target.
- Kajian stabilitas dan formulasi farmasi: prednisolone menjadi bahan aktif model dalam riset degradasi, kelarutan, dan pengembangan sistem penghantaran obat.
| Merek | TCI (kode produk P0637) |
|---|---|
| Nomor CAS | 50-24-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Pharmaceutical Research Reagents (for Experimental Use) |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g, 25g |
| Bentuk fisik | serbuk kristal berwarna putih hingga hampir putih |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, kering, sejuk, dan terlindung dari cahaya |
Simpan prednisolone dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat kering dan sejuk, terlindung dari cahaya dan kelembapan. Senyawa ini aktif secara hormonal, jadi tangani dengan hati-hati. Kenakan sarung tangan, kacamata pelindung, jas laboratorium, dan masker debu atau timbang di lemari asam/biosafety cabinet untuk menghindari paparan debu. Peneliti yang sedang hamil sebaiknya mengikuti arahan petugas K3 sebelum bekerja dengan bahan ini. Larutan stok sebaiknya dibagi menjadi alikuot kecil dan disimpan dingin. Buang limbahnya sesuai ketentuan limbah farmasi dan SDS.
- (2020). Asparaginase/prednisolone. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-020-79834-5
- (2024). Amphotericin-B-liposomal/prednisolone. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-024-72487-9
- (2020). Azathioprine/cotrimoxazole/prednisolone. Reactions Weekly doi:10.1007/s40278-020-83170-3
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
