Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 25215-53-6

Monobutyl Phthalate Copper(II) Salt TCI P0676

Monobutyl Phthalate Copper(II) Salt TCI P0676

Identitas Kimia

No. CAS
25215-53-6
PubChem
CID 79467·SID 87574830
Rumus molekul
C24H26CuO8
Berat molekul
506.0 g/mol
Kemurnian
>95.0%(T)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
copper bis(2-butoxycarbonylbenzoate)
SMILES
CCCCOC(=O)C1=CC=CC=C1C(=O)[O-].CCCCOC(=O)C1=CC=CC=C1C(=O)[O-].[Cu+2]
InChIKey
FQHSBEXCSPGVGY-UHFFFAOYSA-L
Harga reguler Rp 3.817.800,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.817.800,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Monobutyl Phthalate Copper(II) Salt dari TCI (kode P0676) adalah garam tembaga(II) dari monobutil ftalat. Dalam senyawa ini, ion tembaga terikat pada gugus karboksilat bebas dari ester monobutil asam ftalat. Bahan ini termasuk building block non-heterosiklik dan merupakan contoh karboksilat logam. Di laboratorium, senyawa ini menarik sebagai sumber ion Cu(II) dengan ligan organik. Karakter organiknya berbeda dari garam tembaga anorganik seperti sulfat atau klorida, sehingga cocok untuk sistem reaksi tertentu.

Keunggulan senyawa ini terletak pada gabungan pusat logam tembaga(II) dengan ligan karboksilat yang memiliki rantai butil ester. Ligan tersebut memberi sifat lebih lipofilik, sehingga senyawa ini berpotensi lebih mudah bercampur dengan media organik dibanding garam tembaga anorganik. Karakter ini berguna bila peneliti membutuhkan sumber tembaga untuk reaksi atau formulasi dalam pelarut nonpolar. Senyawa ini juga dapat menjadi bahan kajian kimia koordinasi karboksilat tembaga.

Di Indonesia, bahan ini dapat dimanfaatkan oleh laboratorium kimia anorganik dan koordinasi di perguruan tinggi, kelompok riset katalisis yang menjajaki sumber tembaga alternatif, serta laboratorium material yang meneliti senyawa logam-organik. Kemasan 25g cukup untuk penelitian eksploratif dan karakterisasi. Sebelum dipakai untuk aplikasi tertentu, sebaiknya cek kelarutan dan kesesuaiannya dalam sistem reaksi melalui uji pendahuluan berskala kecil.

  • Sumber Cu(II) dalam media organik: ligan karboksilat yang mengandung ester butil membuat senyawa ini cocok sebagai sumber ion tembaga pada reaksi atau formulasi yang tidak sesuai bila memakai garam anorganik.
  • Kajian kimia koordinasi: karboksilat tembaga(II) dikenal dapat membentuk berbagai struktur koordinasi, sehingga senyawa ini menjadi bahan menarik untuk studi spektroskopi, magnetik, dan struktur kompleks.
  • Penjajakan katalis tembaga: tembaga banyak berperan dalam reaksi kopling dan oksidasi, dan senyawa ini dapat diuji sebagai prekursor katalis pada skrining kondisi reaksi berskala kecil.
  • Prekursor material berbasis tembaga: dekomposisi atau transformasi garam logam-organik dapat dipakai dalam riset pembuatan oksida tembaga atau material komposit yang mengandung tembaga.
  • Pembanding dalam studi turunan ftalat: senyawa ini dapat menjadi bahan referensi saat mempelajari interaksi ester ftalat dan turunannya dengan ion logam di laboratorium kimia analitik maupun lingkungan.

Merek TCI (kode produk P0676)
Nomor CAS 25215-53-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 25g
Bentuk fisik padatan (lihat Certificate of Analysis TCI)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan kering, jauh dari bahan pereduksi kuat

Simpan garam tembaga ini dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terpisah dari bahan pereduksi kuat dan asam kuat. Senyawa tembaga umumnya berbahaya bagi organisme akuatik, jadi jangan membuang sisa bahan atau bilasan ke saluran air. Kumpulkan sebagai limbah logam berat. Tangani dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Kurangi debu saat menimbang dan bekerjalah di lemari asam bila memungkinkan. Pelajari SDS dari TCI sebelum digunakan.

  • Ema (2002). Antiandrogenic effects of dibutyl phthalate and its metabolite, monobutyl phthalate, in rats. Congenital Anomalies doi:10.1111/j.1741-4520.2002.tb00896.x
  • Yöntem dkk. (2024). Endoplasmic reticulum stress and pro-inflammatory responses induced by phthalate metabolites monoethylhexyl phthalate and monobutyl phthalate in 1.1B4 pancreatic beta cells. Toxicology doi:10.1016/j.tox.2023.153695
  • Karabulut dkk. (2022). Endocrine adverse effects of mono(2-ethylhexyl) phthalate and monobutyl phthalate in male pubertal rats. Archives of Industrial Hygiene and Toxicology doi:10.2478/aiht-2022-73-3617

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.