Diphenyl phosphate adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan dasar dalam berbagai reaksi kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Bahan ini memiliki struktur kimia yang terdiri dari dua gugus fenil yang terikat pada gugus fosfat, sehingga memberikan sifat reaktif yang tinggi. Dalam laboratorium, Diphenyl phosphate sering digunakan sebagai reaktan atau katalis dalam reaksi substitusi, esterifikasi, atau pembentukan ikatan fosfat. Karena sifatnya yang stabil dan reaktif, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian kimia organik dan sintesis senyawa kompleks.
Diphenyl phosphate memiliki sifat kimia yang sangat stabil dalam kondisi tertentu, namun tetap memiliki reaktivitas yang tinggi terhadap berbagai substrat. Senyawa ini bersifat tidak berwarna dan biasanya berbentuk padat atau cair tergantung pada kondisi penyimpanannya. Karena kemurniannya yang tinggi dan konsistensi sifat kimia, Diphenyl phosphate sering dipilih untuk aplikasi laboratorium yang membutuhkan presisi dan kualitas tinggi.
Di laboratorium di Indonesia, Diphenyl phosphate digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik dan industri farmasi. Bahan ini menjadi alat penting dalam pengembangan senyawa baru, pengujian reaksi kimia, serta dalam proses sintesis senyawa yang memiliki aplikasi medis atau industri. Ketersediaan bahan ini memudahkan peneliti dalam melakukan eksperimen yang membutuhkan bahan dasar kimia yang stabil dan reaktif.
- Sintesis senyawa organik kompleks membutuhkan Diphenyl phosphate sebagai reaktan utama karena kemampuannya dalam pembentukan ikatan fosfat.
- Reaksi substitusi aromatik memanfaatkan sifat reaktif Diphenyl phosphate untuk menghasilkan senyawa dengan struktur berbeda.
- Esterifikasi dalam kondisi tertentu menggunakan Diphenyl phosphate sebagai katalis untuk meningkatkan efisiensi reaksi.
- Pengujian katalis kimia memanfaatkan Diphenyl phosphate sebagai bahan uji karena sifat reaktivitasnya yang konsisten.
- Pembuatan senyawa farmakologis membutuhkan Diphenyl phosphate sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa aktif biologis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 838-85-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari paparan udara dan cahaya langsung |
Diphenyl phosphate harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan udara serta cahaya matahari langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini bersifat kimia yang stabil, tetapi tetap perlu dihindari kontak langsung dengan kulit dan mata. Gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya saat menangani bahan ini. Simpan di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari bahan kimia yang bersifat reaktif atau korosif.
- Pawlowski dkk. (2007). Flame retardancy mechanisms of triphenyl phosphate, resorcinol bis(diphenyl phosphate) and bisphenol A bis(diphenyl phosphate) in polycarbonate/acrylonitrile–butadiene–styrene blends. Polymer International doi:10.1002/pi.2290
- Rao dkk. (2016). 3-Azaspiro[5,5]undecan-2,4-dioxo-3-yl diphenyl phosphate (ASUD-diphenyl phosphate), a new reagent for the synthesis of the N-protected amino acid-ASUD ester. Tetrahedron: Asymmetry doi:10.1016/j.tetasy.2016.04.007
- He dkk. (2013). Unique and Highly Selective Anticytomegalovirus Activities of Artemisinin-Derived Dimer Diphenyl Phosphate Stem from Combination of Dimer Unit and a Diphenyl Phosphate Moiety. Antimicrobial Agents and Chemotherapy doi:10.1128/aac.00893-13
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
