Polyethylene Glycol Monocetyl Ether (n=approx. 23), dengan nomor CAS 9004-95-9, adalah bahan kimia yang sering digunakan dalam berbagai aplikasi laboratorium terkait ilmu material dan kimia. Bahan ini merupakan turunan dari polietilen glikol yang memiliki struktur molekuler yang memungkinkan interaksi dengan berbagai senyawa lain. Dalam laboratorium, senyawa ini berperan sebagai pelarut, emulsifier, atau bahan tambahan yang memperbaiki sifat fisik atau kimia dari produk akhir.
Polyethylene Glycol Monocetyl Ether memiliki sifat non-merkuri, tidak beracun, dan relatif stabil dalam kondisi laboratorium yang biasa. Karena sifatnya yang tidak beracun dan ramah lingkungan, bahan ini menjadi pilihan utama dalam berbagai eksperimen yang memerlukan bahan kimia yang aman. Selain itu, kemampuannya untuk mengemulsikan campuran berbeda menjadikannya sangat berguna dalam sintesis dan formulasi berbagai produk kimia.
Di laboratorium di Indonesia, Polyethylene Glycol Monocetyl Ether sering digunakan dalam penelitian terkait formulasi kosmetik, farmasi, dan material polimer. Bahan ini sangat relevan untuk penelitian yang memerlukan bahan tambahan yang dapat meningkatkan kualitas dan stabilitas produk akhir. Karena kehandalannya, bahan ini menjadi bahan yang populer di berbagai institusi penelitian dan industri di Indonesia.
Produk TCI terkait
- TCI P3064 9005-00-9 Polyethylene Glycol Monostearyl Ether (n=approx. 20)
- TCI P2885 9005-08-7 Polyethylene Glycol Distearate (n=approx. 10)
- TCI P0873 9002-93-1 Polyethylene Glycol Mono-4-octylphenyl Ether (n=approx. 10)
- TCI P0872 9004-81-3 Polyethylene Glycol Monolaurate (n=approx. 10)
- TCI P0723 9004-99-3 Polyethylene Glycol Monostearate (n=approx. 55) (palmitate and stearate mixture)
- TCI P0722 9004-99-3 Polyethylene Glycol Monostearate (n=approx. 45) (palmitate and stearate mixture)
- Dalam formulasi kosmetik, bahan ini digunakan sebagai emulsifier untuk memperbaiki konsistensi dan stabilitas campuran.
- Dalam sintesis polimer, bahan ini berfungsi sebagai pelarut atau bahan tambahan yang meningkatkan reaktivitas molekul.
- Dalam pengujian keterlarutan, bahan ini digunakan sebagai medium untuk mengamati interaksi antara senyawa aktif dan pelarut.
- Dalam penelitian farmasi, bahan ini berperan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan kelarutan dan penyerapan obat.
- Dalam eksperimen kimia organik, bahan ini digunakan sebagai bahan bantu untuk mempercepat reaksi dan meningkatkan hasil sintesis.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 9004-95-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Materials Science > Polymer/Macromolecule Reagents > Polymer Additives |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Polyethylene Glycol Monocetyl Ether harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan kelembapan. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung. Dalam penggunaan, pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol. Gunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung. Bahan ini tidak beracun, tetapi tetap perlu dihandle dengan hati-hati untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium.
- Barman dkk. (2009). Identification and quantification of polyethylene glycol types in polyethylene glycol methyl ether and polyethylene glycol vinyl ether. Journal of Chromatography A doi:10.1016/j.chroma.2009.08.024
- Lu dkk. (2019). Pressure-volume-temperature properties for binary oligomeric blends of polyethylene glycol mono-laurate with polyethylene glycol mono-4-octylphenyl ether or polyethylene glycol mono-4-nonylphenyl ether at pressures up to 50 MPa. The Journal of Chemical Thermodynamics doi:10.1016/j.jct.2019.03.038
- Zafarani-Moattar dkk. (2012). Vapour–liquid equilibrium of ternary aqueous polymer solutions containing polyethylene glycol and polyethylene glycol dimethyl ether at different temperatures. Calphad doi:10.1016/j.calphad.2012.06.004
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
