Phenoxazine adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik, dengan struktur cincin aromatik yang mengandung dua atom nitrogen. Bahan ini sering digunakan dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik dan farmakologi. Fenoksanin memiliki sifat reaktivitas tinggi yang memungkinkan reaksi substitusi dan reaksi lainnya dalam berbagai kondisi. Dalam laboratorium, senyawa ini menjadi bahan dasar untuk pembuatan senyawa dengan aktivitas biologis, seperti obat-obatan dan bahan kimia industri.
Phenoxazine memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap paparan oksidasi dan sinar UV. Karena kemampuannya untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam reaksi sintesis yang memerlukan kestabilan dan fleksibilitas struktur. Karakteristik ini menjadikannya bahan yang sangat diminati oleh para peneliti yang bekerja di bidang kimia organik dan penelitian medis.
Di laboratorium Indonesia, Phenoxazine digunakan secara luas dalam penelitian kimia dan farmakologi. Banyak institusi pendidikan tinggi dan lembaga penelitian memanfaatkan senyawa ini untuk eksperimen sintesis senyawa baru, pengembangan obat, serta penelitian bahan kimia yang berpotensi untuk aplikasi industri. Ketersediaannya di pasar lokal melalui AMI Scientific memudahkan para peneliti dalam memenuhi kebutuhan eksperimen mereka.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan
- Reaksi substitusi dalam sintesis senyawa aromatik kompleks
- Penelitian aktivitas biologis senyawa kimia organik
- Pembuatan bahan kimia industri dengan struktur cincin aromatik
- Eksperimen kimia organik yang memerlukan reaktivitas tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 135-67-1 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
Phenoxazine harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontak dengan udara dan sinar UV. Tempat penyimpanan yang ideal adalah di ruangan dengan suhu rendah dan kelembapan terkontrol. Bahan ini tidak boleh disimpan bersama bahan kimia yang bersifat oksidatif atau reduktif. Selama penanganan, pengguna harus memakai sarung tangan dan masker untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau mata.
- Bo dkk. (2013). Selective, colorimetric assay of glucose in urine using G-quadruplex-based DNAzymes and 10-acetyl-3,7-dihydroxy phenoxazine. Talanta doi:10.1016/j.talanta.2013.03.001
- Ivanec-Goranina dkk. (2015). Laccase-catalyzed bisphenol A oxidation in the presence of 10-propyl sulfonic acid phenoxazine. Journal of Environmental Sciences doi:10.1016/j.jes.2014.07.026
- Yuanfu dkk. (2007). Synthesis and characterization of a novel electroluminescent polymer based on phenoxazine and fluorene derivatives. Reactive and Functional Polymers doi:10.1016/j.reactfunctpolym.2007.07.011
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
