=====PRODUK 1=====
N-Phenylmaleimide dengan nomor CAS 941-69-5 adalah senyawa organik golongan maleimida yang banyak digunakan sebagai bahan baku (building block) dalam sintesis organik di laboratorium kimia. Senyawa ini memiliki gugus maleimida yang reaktif dengan cincin benzena terikat pada atom nitrogen, sehingga menjadikannya pereaksi serbaguna untuk berbagai transformasi kimia. Di laboratorium, N-phenylmaleimide umumnya dipakai sebagai dienofil dalam reaksi Diels-Alder, sebagai akseptor Michael, serta sebagai monomer dalam polimerisasi radikal untuk menghasilkan polimer fungsional. Peranannya sangat penting dalam merancang molekul antara (intermediate) dan senyawa target yang sulit diperoleh melalui jalur sintesis konvensional. Kehadirannya di rak bahan kimia laboratorium menandakan fasilitas tersebut menangani riset sintesis organik, kimia polimer, maupun kimia material.
N-Phenylmaleimide dipilih peneliti karena kombinasi reaktivitas tinggi dan stabilitas yang memadai dalam kondisi reaksi normal. Ikatan rangkap pada cincin maleimida bersifat elektron-defisien, sehingga sangat responsif terhadap serangan nukleofilik dan reaksi sikloadisi. Struktur fenilnya menambah kekakuan molekul dan memengaruhi kelarutan dalam pelarut organik umum seperti diklorometana, toluena, dan tetrahidrofuran. Senyawa ini juga dikenal mudah dikristalkan, sehingga produk reaksi dapat dimurnikan dan dikarakterisasi dengan lebih mudah. Karena gugus maleimida dapat bereaksi dengan tiol melalui reaksi Michael, senyawa ini kerap dipakai sebagai penghubung (crosslinker) dalam kimia polimer dan modifikasi biomolekul. Kombinasi sifat tersebut menjadikannya pilihan yang praktis dan ekonomis untuk berbagai keperluan sintesis, dari skala laboratorium hingga tahap pra-produksi.
Di laboratorium-laboratorium Indonesia, baik di perguruan tinggi, lembaga penelitian seperti BRIN, maupun industri kimia dan farmasi, N-phenylmaleimide sering digunakan dalam riset pengembangan katalis, material polimer baru, dan senyawa bioaktif. Ketersediaannya dalam kemasan kecil seperti 25 gram memudahkan laboratorium dengan anggaran terbatas untuk melakukan uji coba awal, sementara kemasan 500 gram mendukung sintesis dalam jumlah lebih besar. Ketersediaan dari pemasok resmi seperti TCI membantu laboratorium memperoleh bahan dengan ketertelusuran mutu yang jelas, yang penting untuk publikasi ilmiah dan validasi metode. Dengan meningkatnya riset kimia material dan polimer di Indonesia, permintaan terhadap building block seperti N-phenylmaleimide terus tumbuh, menjadikannya komoditas penting dalam rantai pasok laboratorium nasional.
Produk TCI terkait
- TCI M2333 55750-48-6 N-Methoxycarbonylmaleimide
- TCI M0807 930-88-1 N-Methylmaleimide
- TCI C1044 1631-25-0 N-Cyclohexylmaleimide
- TCI P2096 36122-35-7 Phenylmaleic Anhydride
- TCI T1987 13167-25-4 N-(2,4,6-Trichlorophenyl)maleimide
- TCI B4267 154970-45-3 tert-Butyl 5-Norbornene-2-carboxylate (endo- and exo- mixture)
- Reaksi Diels-Alder: N-phenylmaleimide berperan sebagai dienofil yang sangat reaktif untuk membentuk senyawa bisiklik dengan diena terkonjugasi dalam sintesis kerangka karbon kompleks.
- Akseptor Michael untuk modifikasi tiol: gugus maleimida bereaksi cepat dan selektif dengan gugus tiol, sehingga cocok untuk konjugasi biomolekul dan pembuatan hidrogel berbasis polimer.
- Sintesis polimer dan kopolimer: senyawa ini dapat dikopolimerisasi secara radikal dengan monomer vinil untuk menghasilkan polimer dengan sifat termal dan mekanik yang lebih baik.
- Pembuatan turunan imida dan amina: cincin maleimida dapat dibuka atau difungsionalisasi untuk menghasilkan berbagai senyawa antara farmasi dan agrokimia dalam riset kimia organik.
- Pengembangan inhibitor enzim dan senyawa bioaktif: reaktivitas selektifnya terhadap nukleofil biologis menjadikannya kerangka yang berguna untuk merancang kandidat senyawa obat di laboratorium riset farmasi.
| Merek | TCI (referensi produk P0900) |
|---|---|
| Nomor CAS | 941-69-5 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25 g, 100 g, 500 g |
| Bentuk fisik | umumnya berupa padatan kristalin |
| Penyimpanan | simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya langsung dan kelembapan |
Simpan N-phenylmaleimide dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk dan kering, terlindung dari paparan cahaya langsung dan kelembapan. Wadah berbahan kaca atau plastik yang inert terhadap pelarut organik disarankan, dan hindari kontak berulang dengan udara karena senyawa ini dapat mengalami perubahan seiring waktu. Saat digunakan, timbang bahan di dalam lemari asam dengan sarung tangan nitril dan kacamata pelindung, serta hindari menghirup debunya. Bersihkan tumpahan segera dan buang limbah sesuai peraturan pengelolaan limbah B3 yang berlaku di Indonesia.
- Aly dkk. (2002). Modification of polyethylene by radiation-induced graft copolymerization of N-phenylmaleimide and p-hydroxy N-phenylmaleimide. Polymer Testing doi:10.1016/s0142-9418(02)00009-0
- Hagiwara dkk. (1990). Novel block copolymers containing poly(phenylmaleimide) segments: Block copolymerization ofN-phenylmaleimide onto poly(oxyethylene) and poly(butadiene). Polymer Bulletin doi:10.1007/bf00306578
- Iijima dkk. (1995). Toughening of aromatic diamine‐cured epoxy resins by modification with hybrid modifiers composed of N‐phenylmaleimide–styrene copolymers and N‐phenylmaleimide–styrene–p‐hydroxystyrene terpolymers. Polymer International doi:10.1002/pi.1995.210380405
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
