Phenylmaleic Anhydride (PMA) adalah senyawa kimia yang digunakan secara luas dalam berbagai reaksi kimia di laboratorium. Sebagai salah satu bahan dasar (building block) dalam sintesis senyawa organik, PMA memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional, sehingga menjadi bahan penting dalam pembuatan senyawa kompleks. Bahan ini sering digunakan dalam reaksi seperti esterifikasi, amidasi, dan reaksi Diels-Alder, yang memerlukan keberadaan gugus anhidrida.
Phenylmaleic Anhydride memiliki struktur molekuler yang stabil dan memiliki sifat kimia yang sangat reaktif. Karena sifat ini, PMA dapat berfungsi sebagai donor elektron dan berperan dalam reaksi redoks. Selain itu, senyawa ini memiliki titik leleh dan titik didih yang relatif tinggi, sehingga memudahkan dalam proses pemisahan dan penguapan. Sifat fisika dan kimia yang unik ini membuat PMA menjadi pilihan yang tepat dalam berbagai aplikasi laboratorium.
Di laboratorium Indonesia, PMA sering digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam pembuatan senyawa farmakologis, bahan polimer, dan produk kimia industri. Karena keberadaannya yang relatif mudah dan biaya produksi yang terjangkau, PMA menjadi bahan yang populer di berbagai institusi pendidikan dan penelitian.
Produk TCI terkait
- Reaksi sintesis senyawa aromatik untuk produksi bahan kimia industri.
- Pembuatan senyawa farmakologis melalui reaksi amidasi dan esterifikasi.
- Penelitian dalam bidang polimer untuk pengembangan bahan baru.
- Pengujian katalis dalam reaksi kimia organik untuk meningkatkan efisiensi.
- Produksi bahan baku untuk industri kosmetik dan pangan.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 36122-35-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari paparan udara |
Phenylmaleic Anhydride harus disimpan dalam wadah kaca atau plastik yang kedap udara, serta jauh dari sumber panas dan sinar matahari langsung. Bahan ini bersifat reaktif dan dapat menyerap kelembapan, sehingga perlu disimpan dalam lingkungan kering. Dalam penggunaan, harus menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan masker respirator untuk mencegah kontak langsung dengan kulit atau inhalasi.
- Moy dkk. (1994). Synthesis of soluble, thermosetting polymides derived from 1,4‐phenylenebis(phenylmaleic anhydride) and aromatic diamines. Journal of Polymer Science Part A: Polymer Chemistry doi:10.1002/pola.1994.080321218
- Frimer dkk. (1995). Reinvestigation of the Photocyclization of 1,4-Phenylenebis[phenylmaleic anhydride]: Preparation and Structure of [5]Helicene 5,6:9,10-Dianhydride. The Journal of Organic Chemistry doi:10.1021/jo00111a026
- Thomson dkk. (1996). 2-Phenylmaleic Anhydride. Acta Crystallographica Section C Crystal Structure Communications doi:10.1107/s0108270195009620
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.




![6708-37-8 Bicyclo[2.2.2]oct-5-ene-2,3-dicarboxylic Anhydride - AMI Scientific](http://amiscientific.com/cdn/shop/files/TCI2510B3038.jpg?v=1767089273&width=533)



