Propioin dari TCI adalah senyawa asiloin dengan nama sistematik 4-hidroksi-3-heksanona. Senyawa ini merupakan hasil kopling dua unit propanal atau turunan asam propionat, sehingga memiliki gugus keton dan gugus hidroksil pada atom karbon yang bersebelahan. Sebagai building block non-heterosiklik, Propioin dipakai dalam sintesis organik untuk membuat senyawa 1,2-dikarbonil, diol, dan heterosiklik tertentu. Senyawa ini juga menjadi senyawa model untuk mempelajari reaksi asiloin dan kimia senyawa α-hidroksi keton.
Propioin dipilih karena memiliki dua gugus fungsi bersebelahan yang dapat dimodifikasi secara selektif. Gugus hidroksilnya dapat dioksidasi menjadi diketon, sedangkan gugus ketonnya dapat direduksi menjadi diol. Kombinasi keduanya juga dapat dipakai untuk membangun cincin heterosiklik. Pusat kiral pada karbon pembawa hidroksil menjadikannya menarik untuk studi stereokimia dan biokatalisis. Bentuk cairnya memudahkan penakaran volume dan pencampuran dengan pelarut organik.
Di laboratorium Indonesia, Propioin dapat digunakan di perguruan tinggi untuk riset metodologi sintesis, studi kondensasi asiloin, dan eksplorasi enzim yang mengatalisis pembentukan ikatan karbon–karbon. Senyawa α-hidroksi keton seperti ini juga berkaitan dengan kajian senyawa aroma, sehingga relevan bagi peneliti pangan dan flavor. Kemasan 5mL dan 25mL cocok untuk skala riset maupun pengembangan metode.
- Prekursor 1,2-diketon: oksidasi gugus hidroksil menghasilkan 3,4-heksanadion, sehingga Propioin berguna dalam sintesis senyawa dikarbonil untuk riset lanjutan.
- Sintesis heterosiklik: kombinasi gugus keton dan hidroksil memungkinkan pembentukan cincin seperti oksazol atau pirazin melalui kondensasi dengan reagen bernitrogen.
- Studi reaksi asiloin dan biokatalisis: senyawa ini menjadi standar pembanding untuk reaksi kopling aldehida yang dikatalisis enzim atau katalis karbena N-heterosiklik.
- Kajian stereokimia: pusat kiral pada karbon hidroksil cocok untuk menguji metode pemisahan enantiomer dan reduksi atau oksidasi stereoselektif di laboratorium.
- Riset senyawa aroma: sebagai α-hidroksi keton alifatik, senyawa ini dapat menjadi pembanding analitik dalam studi komponen volatil pangan menggunakan kromatografi gas.
| Merek | TCI (kode produk P0974) |
|---|---|
| Nomor CAS | 4984-85-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5mL, 25mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, jauh dari sumber api dan oksidator |
Simpan Propioin dalam botol kaca tertutup rapat di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya. Jauhkan dari panas, nyala api, dan oksidator kuat karena gugus hidroksil dan ketonnya reaktif. Untuk penyimpanan jangka panjang, pertimbangkan suhu dingin sesuai label produk. Tangani di lemari asam menggunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan jas laboratorium untuk menghindari iritasi kulit, mata, maupun saluran napas. Pelajari SDS dan buang limbahnya sebagai limbah pelarut organik.
- Mikolajek dkk. (2009). Propioin synthesis using thiamine diphosphate‐dependent enzymes. Biotechnology Progress doi:10.1002/btpr.55
- Mikolajek dkk. (2007). An Activity, Stability and Selectivity Comparison of Propioin Synthesis by Thiamine Diphosphate‐Dependent Enzymes in a Solid/Gas Bioreactor. ChemBioChem doi:10.1002/cbic.200700095
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
