2-Propionylthiophene dari TCI, atau 1-(2-tienil)-1-propanon, adalah keton heteroaromatik yang terdiri atas cincin tiofena dengan gugus propionil pada posisi 2. Senyawa ini termasuk building block heterosiklik yang banyak dipakai dalam sintesis organik, terutama untuk membangun molekul yang mengandung cincin tiofena. Tiofena sering dipakai sebagai pengganti cincin benzena (bioisoster) dalam rancangan obat, sehingga 2-Propionylthiophene menjadi bahan awal yang bernilai di laboratorium kimia medisinal maupun kimia material.
Daya tarik 2-Propionylthiophene terletak pada gabungan cincin tiofena yang kaya elektron dan gugus keton yang reaktif. Gugus karbonilnya dapat direduksi menjadi alkohol, termasuk secara asimetris untuk menghasilkan alkohol kiral, atau dipakai dalam reaksi kondensasi, aminasi reduktif, dan alfa-halogenasi. Sementara itu, cincin tiofena masih dapat difungsionalisasi lebih lanjut melalui substitusi elektrofilik atau reaksi kopling. Kombinasi ini membuka banyak jalur sintesis menuju turunan tiofena yang lebih kompleks, mulai dari intermediet farmasi hingga molekul untuk material organik.
Di Indonesia, bahan ini cocok untuk laboratorium kimia organik sintesis di universitas, laboratorium riset farmasi yang merancang senyawa heterosiklik bersulfur, dan kelompok riset biokatalisis yang menguji reduksi keton secara enansioselektif menggunakan enzim atau mikroorganisme. Peneliti material organik yang mengembangkan senyawa berbasis tiofena juga dapat memanfaatkannya. Kemasan 25g cukup untuk serangkaian percobaan optimasi dan sintesis intermediet skala laboratorium.
Brosur TCI (PDF)
- Thiophenes 2026-06-29 · hal. 8
Produk TCI terkait
- TCI P2247 43039-98-1 2-Propionylthiazole
- TCI N0533 65016-63-9 3-Nonylthiophene
- TCI T2200 1884-68-0 2,3,4,5-Tetraphenylthiophene
- TCI B1089 41840-28-2 2-(tert-Butoxycarbonylthio)-4,6-dimethylpyrimidine [Boc Agent for Peptides Synthesis]
- TCI P2501 19163-21-4 5-Phenylthiophene-2-carboxaldehyde
- TCI P1397 825-55-8 2-Phenylthiophene
- Sintesis intermediet farmasi: cincin tiofena sering menjadi bioisoster benzena dalam molekul obat, sehingga keton ini menjadi titik awal praktis untuk membangun kandidat senyawa bioaktif.
- Reduksi asimetris keton: gugus karbonilnya menjadi substrat untuk menguji katalis kiral atau biokatalis yang menghasilkan alkohol tienil kiral dengan selektivitas tinggi.
- Reaksi kondensasi: keton ini dapat bereaksi dengan aldehida aromatik membentuk kalkon heteroaromatik yang banyak diteliti sebagai kerangka senyawa bioaktif.
- Aminasi reduktif: reaksi dengan amina dan reduktor menghasilkan amina tersubstitusi tiofena yang berguna dalam pembuatan pustaka senyawa untuk penapisan aktivitas biologis.
- Pengembangan material organik: cincin tiofena merupakan unit penting dalam semikonduktor dan polimer terkonjugasi, sehingga turunan senyawa ini relevan bagi riset material elektronik organik.
| Merek | TCI (kode produk P1097) |
|---|---|
| Nomor CAS | 13679-75-9 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g |
| Bentuk fisik | lihat sertifikat analisis dan label produk |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya |
Simpan 2-Propionylthiophene dalam wadah kaca aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, berventilasi baik, dan terlindung dari cahaya langsung. Jauhkan dari zat pengoksidasi kuat, sumber panas, dan api terbuka. Senyawa tiofena umumnya berbau khas, jadi buka dan tangani di dalam lemari asam untuk menghindari uap. Kenakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Kumpulkan sisa bahan dan limbah sebagai limbah organik bersulfur sesuai prosedur laboratorium. Baca SDS sebelum digunakan.
- Dindić dkk. (2020). 2-Propionylthiophene: planar, or not planar, that is the question. Physical Chemistry Chemical Physics doi:10.1039/d0cp02749a
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
