2-Phenylthiophene adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik, yang memiliki struktur dasar thiophene dengan substitusi fenil pada posisi 2. Senyawa ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang organik dan farmakologi. Dalam laboratorium, 2-Phenylthiophene berperan sebagai bahan pembangun (building block) yang memungkinkan peneliti menghasilkan senyawa dengan struktur tertentu. Karena sifat kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, senyawa ini sangat diminati dalam berbagai eksperimen kimia.
2-Phenylthiophene memiliki sifat kimia yang unik, yaitu memiliki kecenderungan untuk berikatan dengan berbagai grup fungsi lain, seperti amina, karboksilat, dan hidroksil. Struktur heterosikliknya memberikan kestabilan tertentu, sehingga memudahkan proses sintesis tanpa mengalami degradasi berlebihan. Karena sifat tersebut, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam penelitian senyawa organik yang memerlukan reaktivitas terkendali.
Di laboratorium Indonesia, 2-Phenylthiophene digunakan secara luas dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang farmasi dan material. Banyak institusi penelitian dan universitas menggunakan senyawa ini untuk eksperimen sintesis senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi medis atau industri. Dengan kehandalannya dalam reaksi kimia, senyawa ini menjadi salah satu bahan penting dalam pengembangan senyawa sintetik di Indonesia.
- Sintesis senyawa organik kompleks yang memerlukan struktur heterosiklik
- Pengembangan senyawa farmakologis dengan aktivitas biologis tertentu
- Penelitian tentang reaktivitas dan stabilitas senyawa heterosiklik
- Eksperimen kimia untuk memahami mekanisme reaksi tertentu
- Produksi bahan baku untuk industri farmasi dan material
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 825-55-8 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g, 5g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk kristal |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya |
2-Phenylthiophene harus disimpan dalam wadah tertutup yang kedap udara dan jauh dari sumber cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Karena sifat kimianya yang stabil, penanganan sehari-hari tidak memerlukan perlakuan khusus, tetapi tetap harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kontaminasi. Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan inert seperti kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam laboratorium, senyawa ini harus ditangani dengan alat pelindung yang sesuai, seperti sarung tangan dan kacamata pelindung, untuk memastikan keselamatan kerja.
- Zhang dkk. (2004). Electrochemical polymerization of 3-phenylthiophene. Journal of Electroanalytical Chemistry doi:10.1016/j.jelechem.2004.03.001
- Pokhodenko dkk. (1999). Effect of the electrolyte nature on the electrochemical doping of poly-3-phenylthiophene. Synthetic Metals doi:10.1016/s0379-6779(98)01483-0
- (1997). 3-MORPHOLINO-2-PHENYLTHIOACRYLIC ACID MORPHOLIDE AND 5-(4-BROMOBENZOYL-2-(4-MORPHOLINO)-3-PHENYLTHIOPHENE. Organic Syntheses doi:10.15227/orgsyn.074.0257
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
