Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 17688-68-5

4-Phenylthiomorpholine 1,1-Dioxide TCI P1603

4-Phenylthiomorpholine 1,1-Dioxide TCI P1603

Identitas Kimia

No. CAS
17688-68-5
PubChem
CID 87241·SID 87557975
Rumus molekul
C10H13NO2S
Berat molekul
211.28 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
4-phenyl-1,4-thiazinane 1,1-dioxide
SMILES
C1CS(=O)(=O)CCN1C2=CC=CC=C2
InChIKey
OLQHDKQJHKZUNN-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 2.702.700,00
Harga reguler Rp 1.905.750,00 Harga obral Rp 2.702.700,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

4-Phenylthiomorpholine 1,1-Dioxide dari TCI adalah senyawa heterosiklik berupa cincin tiomorfolin yang atom sulfurnya telah teroksidasi menjadi sulfon, dengan gugus fenil yang terikat pada atom nitrogen. Senyawa ini termasuk blok bangun heterosiklik yang berguna dalam sintesis organik dan kimia medisinal. Di laboratorium, ia dipakai sebagai bahan awal atau senyawa model untuk membangun molekul yang mengandung motif tiomorfolin dioksida, sebuah gugus yang cukup sering muncul dalam desain kandidat obat.

Senyawa ini dipilih karena gugus sulfon memberikan polaritas tinggi dan kemampuan sebagai akseptor ikatan hidrogen tanpa menambah gugus donor, sifat yang sering dicari dalam optimasi kelarutan dan profil farmakokinetik. Sulfon juga relatif stabil secara kimia terhadap banyak kondisi reaksi, sehingga cincin ini cenderung bertahan selama tahapan sintesis lanjutan. Cincin fenil pada nitrogen membuka peluang fungsionalisasi lebih lanjut pada cincin aromatik melalui reaksi substitusi elektrofilik, sehingga senyawa ini fleksibel untuk dikembangkan.

Di laboratorium Indonesia, bahan ini sesuai untuk kelompok riset kimia medisinal, farmasi, dan sintesis organik yang sedang menyusun pustaka senyawa analog atau mempelajari hubungan struktur dan aktivitas. Peneliti dapat menggunakannya sebagai pembanding struktur morfolin, tiomorfolin, dan piperazin dalam desain senyawa. Pilihan kemasan 5 gram dan 25 gram memudahkan penyesuaian antara tahap eksplorasi awal dan sintesis turunan dalam jumlah lebih banyak.

  • Sintesis analog kandidat obat: motif tiomorfolin dioksida memberikan polaritas dan sifat akseptor ikatan hidrogen yang berguna saat memodifikasi profil kelarutan suatu senyawa bioaktif.
  • Studi hubungan struktur dan aktivitas: senyawa ini dapat dibandingkan dengan analog morfolin atau piperazin untuk menilai pengaruh gugus sulfon terhadap aktivitas biologis dan sifat fisikokimia.
  • Fungsionalisasi cincin aromatik: gugus fenil yang terikat pada nitrogen dapat dimodifikasi lebih lanjut, misalnya melalui halogenasi, untuk menghasilkan intermediet yang siap dikopling.
  • Senyawa model metodologi sintesis: struktur yang stabil dan terdefinisi baik menjadikannya substrat uji yang praktis saat mengembangkan atau mengoptimasi kondisi reaksi baru.
  • Standar referensi analitik: senyawa ini dapat dipakai sebagai pembanding dalam analisis kromatografi atau spektroskopi saat mengidentifikasi produk yang mengandung kerangka tiomorfolin dioksida.

Merek TCI (kode produk P1603)
Nomor CAS 17688-68-5
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik umumnya berupa padatan; rujuk label dan CoA untuk detail
Penyimpanan simpan di tempat sejuk dan kering dalam wadah tertutup rapat

Simpan bahan dalam wadah asli yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, terhindar dari cahaya matahari langsung serta oksidator kuat. Gunakan spatula bersih dan pastikan wadah segera ditutup kembali setelah pengambilan untuk mencegah kontaminasi dan penyerapan uap air. Kenakan jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan kacamata pengaman saat bekerja. Hindari menghirup debu dan kontak dengan kulit maupun mata. Rujuk Lembar Data Keselamatan (SDS) untuk informasi bahaya spesifik.

—