Methyl Phenylsulfonylacetate dari TCI adalah ester metil yang membawa gugus fenilsulfonil pada karbon alfa. Karena itu, molekulnya memiliki gugus metilena aktif yang diapit oleh dua gugus penarik elektron, yaitu sulfonil dan ester. Senyawa ini termasuk building block non-heterosiklik yang serbaguna dalam sintesis organik. Di laboratorium, perannya adalah sebagai nukleofil karbon setelah dideprotonasi oleh basa. Dengan cara ini, peneliti dapat membangun ikatan karbon-karbon baru dan merakit kerangka molekul yang lebih kompleks secara bertahap.
Senyawa ini dipilih karena atom hidrogen pada karbon metilenanya cukup asam, sehingga dapat dideprotonasi oleh basa yang relatif lunak. Karbanion yang terbentuk distabilkan oleh gugus sulfonil dan ester, lalu dapat bereaksi dalam alkilasi, adisi Michael, kondensasi Knoevenagel, atau substitusi alilik yang dikatalisis paladium. Setelah ikatan karbon yang diinginkan terbentuk, gugus fenilsulfonil dapat dilepas melalui desulfonilasi reduktif. Dengan begitu, gugus ini berfungsi sebagai "pengaktif sementara" yang memudahkan sintesis ester tersubstitusi dan senyawa siklik.
Di Indonesia, bahan ini cocok untuk laboratorium kimia organik sintetik, kimia medisinal, dan pengembangan metodologi reaksi di perguruan tinggi maupun lembaga riset. Kemasan 5g dan 25g memberi keleluasaan, mulai dari uji coba kondisi reaksi hingga pembuatan intermediet dalam jumlah memadai. Senyawa ini juga berguna dalam praktikum atau penelitian yang membahas kimia karbanion dan senyawa metilena aktif, karena reaktivitasnya jelas dan hasil reaksinya mudah dipantau dengan KLT maupun NMR.
- Alkilasi karbon alfa: karbanion yang distabilkan sulfonil dan ester dapat dialkilasi dengan alkil halida untuk membentuk ester tersubstitusi secara terkendali.
- Substitusi alilik terkatalisis paladium: senyawa ini menjadi nukleofil lunak yang baik dalam reaksi Tsuji-Trost untuk membentuk ikatan karbon-karbon baru pada substrat alilik.
- Adisi Michael ke akseptor terkonjugasi: anionnya mudah beradisi ke enon atau akrilat, menghasilkan senyawa 1,5-dikarbonil yang berguna untuk siklisasi lanjutan.
- Kondensasi Knoevenagel dengan aldehida: gugus metilena aktifnya bereaksi membentuk vinil sulfon, yang berguna sebagai akseptor Michael dan intermediet sintesis.
- Strategi desulfonilasi reduktif: setelah gugus sulfonil berperan sebagai pengaktif, gugus ini dapat dilepas sehingga menghasilkan ester alkil sederhana dengan kerangka yang sudah terbangun.
| Merek | TCI (kode produk P1353) |
|---|---|
| Nomor CAS | 34097-60-4 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | rujuk CoA dan SDS untuk informasi bentuk fisik |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, sejuk, kering, jauh dari basa kuat dan oksidator |
Simpan Methyl Phenylsulfonylacetate dalam wadah aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik. Lindungi bahan dari kelembapan, karena gugus esternya dapat terhidrolisis perlahan. Pisahkan dari basa kuat dan oksidator kuat selama penyimpanan. Saat menimbang atau menakar, gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, lalu kerjakan di lemari asam. Hindari kontak dengan kulit dan mata, dan segera bersihkan tumpahan sesuai prosedur laboratorium. Baca SDS resmi dari TCI untuk informasi bahaya lengkap.
—
