Methyl Phenylacetate adalah ester metil dari asam fenilasetat, berbentuk cairan dengan aroma manis kuat yang menyerupai madu. Sebagai ester fenilasetat dengan gugus alkoksi paling kecil, senyawa ini menjadi salah satu building block non-heterosiklik yang paling banyak digunakan dalam sintesis organik. Di laboratorium, Methyl Phenylacetate berperan sebagai bahan awal penyusunan berbagai turunan fenilasetil, senyawa model dalam studi reaksi enolat, serta bahan acuan dalam riset aroma dan perisa.
Methyl Phenylacetate dipilih karena gugus ester metilnya kecil, sehingga halangan sterik minimal dan reaksi pada gugus karbonil maupun atom karbon alfa berlangsung dengan efisien. Hidrogen alfa yang cukup asam memungkinkan pembentukan enolat untuk reaksi alkilasi, aldol, dan kondensasi. Gugus metil ester juga mudah diubah menjadi asam, alkohol, amida, atau hidrazida. Struktur yang ringkas menghasilkan spektrum NMR yang sederhana, sehingga pemantauan reaksi dan identifikasi produk dapat dilakukan dengan lebih mudah.
Di Indonesia, Methyl Phenylacetate cocok bagi laboratorium sintesis di perguruan tinggi, lembaga riset, dan industri farmasi yang membutuhkan intermediat fenilasetil yang andal. Laboratorium industri perisa dan wewangian juga dapat memanfaatkannya dalam pengembangan formula. Tersedianya kemasan 25mL dan 500mL memudahkan laboratorium memilih jumlah yang tepat, baik untuk penelitian eksploratif dan praktikum dengan kebutuhan kecil, maupun untuk pekerjaan sintesis berulang yang membutuhkan pasokan bahan lebih besar.
- Kimia enolat dan alkilasi alfa: gugus metil ester yang kecil dan hidrogen alfa yang aktif memudahkan pembentukan enolat untuk menyusun turunan fenilasetat tersubstitusi secara efisien.
- Sintesis amida dan hidrazida: metil ester mudah bereaksi dengan amina atau hidrazin sehingga sesuai untuk menyiapkan amida fenilasetil dan hidrazida sebagai intermediat sintesis lanjut.
- Penyusunan intermediat farmasi: kerangka fenilasetil yang dibawanya menjadikan senyawa ini bahan awal yang praktis untuk riset senyawa kandidat obat dan molekul bioaktif.
- Riset perisa dan wewangian: aroma manis kuat seperti madu membuatnya berguna sebagai komponen uji dan standar pembanding dalam pengembangan produk aroma.
- Praktikum kimia organik: struktur ringkas dan spektrum NMR yang sederhana menjadikannya contoh ideal bagi mahasiswa untuk mempelajari reaksi ester dan analisis struktur.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 101-41-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 500mL |
| Bentuk fisik | cairan |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, tempat sejuk dan berventilasi, jauh dari sumber api |
Simpan Methyl Phenylacetate dalam botol aslinya yang tertutup rapat di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas, percikan api, dan oksidator kuat. Hindari kontak dengan asam dan basa kuat yang dapat menghidrolisis ester. Karena aromanya cukup kuat, tangani bahan di lemari asam agar uapnya tidak menyebar di ruang kerja. Gunakan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium, serta ikuti petunjuk keselamatan dan pembuangan pada SDS produsen.
- Pinheiro dkk. (2000). Control of diastereoselectivity in the aldolization of methyl phenylacetate. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)00582-7
- TANAKA dkk. (1993). ChemInform Abstract: Stereochemistry of the Enolates from Methyl Phenylacetate.. ChemInform doi:10.1002/chin.199317058
- Tanaka dkk. (1992). Stereochemistry of the enolate from methyl phenylacetate. Tetrahedron Letters doi:10.1016/s0040-4039(00)74769-1
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
