alpha-Pinene Oxide dari TCI adalah senyawa epoksida yang diturunkan dari alpha-pinena, salah satu monoterpena paling melimpah di alam dan komponen utama minyak terpentin. Senyawa ini punya kerangka bisiklik pinana dengan cincin oksiran (epoksida) beranggota tiga yang mengandung oksigen. Karena itu, alpha-Pinene Oxide masuk kelompok building block heterosiklik. Di laboratorium, senyawa ini dipakai sebagai zat antara serbaguna untuk membangun berbagai turunan terpena teroksigenasi melalui reaksi pembukaan cincin dan reaksi penataan ulang kerangka karbon.
Daya tarik utamanya ada pada cincin epoksida yang tegang dan reaktif, yang terikat pada kerangka bisiklik yang juga tegang. Dengan katalis asam Lewis, alpha-Pinene Oxide dapat mengalami penataan ulang menjadi beberapa produk, salah satunya aldehida kampolenat, zat antara penting dalam kimia wewangian. Produk yang terbentuk sangat bergantung pada jenis katalis, pelarut, dan kondisi reaksi. Sifat ini menjadikannya substrat model yang populer untuk menguji selektivitas katalis heterogen maupun homogen. Asal-usulnya dari bahan alam terbarukan juga menambah nilainya dalam riset kimia hijau.
Di Indonesia, riset turunan terpena cukup aktif karena terpentin dari getah pinus merupakan komoditas lokal yang penting. Laboratorium kimia organik dan katalisis di perguruan tinggi maupun lembaga riset dapat memakai alpha-Pinene Oxide sebagai bahan acuan, substrat uji katalis, atau titik awal sintesis senyawa aroma. Kemasan 25mL cocok untuk penelitian skala eksplorasi. Kemasan 250mL lebih praktis untuk optimasi kondisi reaksi atau studi katalis yang memerlukan banyak ulangan percobaan.
- Studi katalisis asam Lewis: alpha-Pinene Oxide menjadi substrat model klasik karena penataan ulangnya menghasilkan beberapa produk, sehingga selektivitas katalis mudah dibandingkan dan dievaluasi secara kuantitatif.
- Sintesis senyawa wewangian: penataan ulang epoksida ini membuka jalan menuju aldehida kampolenat dan turunannya, yang merupakan zat antara penting dalam pengembangan bahan aroma berbasis terpena.
- Reaksi pembukaan cincin epoksida: cincin oksiran yang tegang mudah diserang nukleofil seperti air, alkohol, atau amina, sehingga cocok untuk membuat diol, eter, dan amino alkohol berkerangka pinana.
- Riset valorisasi bahan alam terbarukan: karena berasal dari alpha-pinena dalam terpentin, senyawa ini relevan untuk penelitian kimia hijau yang mengolah biomassa lokal menjadi produk bernilai tambah.
- Standar acuan analisis minyak atsiri: senyawa ini dapat dipakai sebagai pembanding identifikasi kromatografi gas ketika menganalisis produk oksidasi terpena atau komposisi minyak atsiri hasil olahan.
| Merek | TCI (kode produk P1362) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1686-14-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25mL, 250mL |
| Bentuk fisik | cairan (dijual per volume); detail mutu mengacu pada CoA dari TCI |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan terlindung dari sumber asam serta panas |
Simpan alpha-Pinene Oxide dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sumber panas dan api terbuka. Epoksida peka terhadap asam dan kelembapan yang dapat memicu pembukaan cincin atau penataan ulang yang tidak diinginkan. Karena itu, hindari kontak dengan uap asam di lemari penyimpanan. Bekerjalah di lemari asam dengan sarung tangan nitril, kacamata pengaman, dan jas laboratorium. Selalu ikuti petunjuk Lembar Data Keselamatan (SDS) resmi TCI.
- Zhi dkk. (2017). Synthesis and thermal degradation kinetics of new terpolymer of carbon dioxide, cyclohexene oxide and alpha-pinene oxide. Journal of CO2 Utilization doi:10.1016/j.jcou.2017.09.020
- Case Medical Research (2019). Behavioral Pharmacology of THC and Alpha-pinene. Case Medical Research doi:10.31525/ct1-nct04130633
- Eralita dkk. (2020). Pengaruh Suhu Reaksi Pada Proses Hidrasi Alpha Pinene Dengan Katalisator Amberlyst 36. Jurnal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (JPPL) doi:10.35970/jppl.v2i1.136
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
