2-Phenyl-1,3-dioxan-5-ol dari TCI (kode P1422) adalah turunan gliserol yang dua gugus hidroksil primernya terlindungi sebagai asetal benzilidena berbentuk cincin dioksana beranggota enam. Hanya gugus hidroksil sekunder di posisi tengah yang tetap bebas. Di laboratorium sintesis organik, senyawa ini menjadi building block yang praktis untuk memodifikasi posisi 2 gliserol secara selektif. Tanpa pelindung, pekerjaan ini sulit dilakukan karena gliserol punya tiga gugus hidroksil dengan reaktivitas yang mirip.
Bahan ini dipilih karena memberi kontrol regiokimia yang jelas. Gugus hidroksil sekunder yang bebas dapat diasilasi, dialkilasi, atau dioksidasi menjadi keton tanpa mengganggu kedua posisi primer. Setelah modifikasi selesai, asetal benzilidena bisa dilepas dalam kondisi asam atau lewat hidrogenolisis untuk membebaskan kembali kedua gugus hidroksil. Strategi pelindung ini sudah mapan dalam kimia karbohidrat dan lipid, jadi prosedurnya banyak tersedia di literatur dan relatif mudah diterapkan oleh peneliti.
Di Indonesia, senyawa ini relevan untuk kelompok riset kimia organik, kimia bahan alam, dan oleokimia. Indonesia adalah produsen besar minyak sawit dan gliserol sebagai produk sampingnya, sehingga riset turunan gliserol bernilai tambah sangat relevan bagi laboratorium kampus dan industri. Kemasan 1 g cocok untuk sintesis skala eksploratif, pembuatan senyawa standar, atau langkah awal penelitian mahasiswa pascasarjana.
- Sintesis 2-monoasilgliserol: gugus hidroksil sekunder yang bebas dapat diesterifikasi secara selektif, lalu pelindung dilepas untuk menghasilkan monogliserida posisi 2 yang penting dalam studi lipid.
- Prekursor turunan dihidroksiaseton terlindungi: oksidasi gugus hidroksil sekunder menghasilkan keton dioksanon yang berguna sebagai blok pembangun tiga karbon dalam sintesis karbohidrat dan senyawa bioaktif.
- Contoh strategi gugus pelindung asetal: senyawa ini memperlihatkan dengan jelas cara asetal benzilidena melindungi diol-1,3, sehingga cocok untuk pembelajaran dan praktikum kimia organik lanjutan.
- Riset valorisasi gliserol dan oleokimia: peneliti dapat memakainya sebagai senyawa model atau intermediat untuk mengembangkan turunan gliserol bernilai tambah, misalnya surfaktan, pelarut hijau, atau aditif.
- Sintesis lipid fungsional dan analog fosfolipid: kerangka gliserol terlindungi memungkinkan pemasangan rantai atau gugus fungsi secara bertahap, sehingga berguna dalam pembuatan lipid sintetik untuk studi biokimia.
| Merek | TCI (kode produk P1422) |
|---|---|
| Nomor CAS | 1708-40-3 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 1g |
| Bentuk fisik | lihat label dan CoA dari TCI |
| Penyimpanan | wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering, jauh dari asam |
Simpan 2-Phenyl-1,3-dioxan-5-ol dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya. Pisahkan dari asam kuat dan uap asam, karena asetal benzilidena bisa terhidrolisis dalam suasana asam. Jauhkan juga dari oksidator kuat. Gunakan sarung tangan, kacamata pengaman, dan jas laboratorium saat menimbang atau memindahkan bahan, dan bekerja di area berventilasi baik. Tutup kembali wadah segera setelah dipakai, baca SDS TCI, dan buang limbah sesuai prosedur laboratorium.
—
