Phenacetin adalah senyawa kimia yang digunakan dalam berbagai eksperimen kimia, terutama dalam sintesis senyawa organik. Sebagai salah satu bahan dasar kimia, phenacetin sering digunakan dalam proses pembuatan obat dan bahan kimia lainnya. Produk ini memiliki struktur molekuler yang sederhana, sehingga mudah diproses dalam kondisi laboratorium. Fenacetin juga digunakan dalam analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengidentifikasi keberadaan senyawa tertentu dalam campuran.
Phenacetin memiliki sifat kimia yang stabil dalam kondisi normal, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai reaksi kimia. Senyawa ini tidak mudah bereaksi dengan bahan kimia lainnya, sehingga meminimalkan risiko reaksi tidak terduga. Karena sifatnya yang tidak beracun dan mudah dikontrol, phenacetin menjadi pilihan yang aman dalam laboratorium. Selain itu, phenacetin juga memiliki daya larut yang baik dalam pelarut organik, sehingga memudahkan proses pencampuran dan pemisahan.
Di laboratorium Indonesia, phenacetin sering digunakan dalam pendidikan dan penelitian kimia. Bahan ini menjadi bagian dari kurikulum praktikum kimia di berbagai institusi pendidikan tinggi dan sekolah menengah atas. Selain itu, phenacetin juga digunakan dalam penelitian untuk pengembangan obat dan bahan kimia baru. Karena kehandalannya dan keamanannya, phenacetin tetap menjadi bahan yang diminati oleh para peneliti dan mahasiswa.
- Fenacetin digunakan dalam sintesis senyawa organik untuk memperoleh produk dengan struktur tertentu.
- Bahan ini cocok untuk analisis kualitatif karena kemampuannya dalam bereaksi dengan reagen tertentu.
- Fenacetin sering dimanfaatkan dalam proses pemisahan senyawa melalui teknik ekstraksi.
- Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat sebagai bahan aktif atau bahan bantu.
- Phenacetin juga diterapkan dalam penelitian tentang efek kimia pada tubuh manusia.
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 62-44-2 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Non-Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 25g, 500g |
| Bentuk fisik | Padat (serbuk atau kristal) |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup, jauh dari cahaya dan kelembapan |
Phenacetin harus disimpan dalam wadah yang kedap udara, jauh dari sumber cahaya dan kelembapan untuk mencegah degradasi. Wadah yang tepat adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, pastikan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan kacamata pelindung. Selain itu, hindari kontak langsung dengan kulit dan jangan menghirup uapnya. Fenacetin tidak beracun dalam dosis kecil, tetapi tetap harus dihandle dengan hati-hati untuk memastikan keselamatan di laboratorium.
- Reber dkk. (2008). Autohistoradiographischer Nachweis von Phenacetin oder Phenacetin-Abbauprodukten im Leber- und Nierenpigment Phenacetin-belasteter Katzen. Medicina et Pharmacologia Experimentalis doi:10.1159/000135729
- Raab dkk. (2017). Phenacetin and the Liver. The Influence of Phenacetin in Acute and Chronic Doses on Membrane-Bound Mitochondrial Enzymes in the Rat. Enzyme doi:10.1159/000458867
- Qu dkk. (2007). Impaired clearance of phenacetin in hepatic cirrhosis and fibrosis. Int. Journal of Clinical Pharmacology and Therapeutics doi:10.5414/cpp45055
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
