2-Phenyl-4,4,5,5-tetramethyl-1,3,2-dioxaborolane adalah senyawa organoboron yang digunakan secara luas dalam sintesis kimia organik. Senyawa ini memiliki struktur kompleks yang mengandung boron dan fenil, sehingga memiliki sifat reaktif yang unik. Dalam laboratorium, senyawa ini sering digunakan sebagai reagen untuk reaksi substitusi dan reaksi coupling, terutama dalam sintesis senyawa heterosiklik dan senyawa kompleks organik. Karena sifat reaktivitasnya, senyawa ini menjadi pilihan utama dalam berbagai proses kimia yang memerlukan reaksi dengan atom boron.
Senyawa ini memiliki sifat stabil dalam kondisi tertentu, namun sangat sensitif terhadap air dan oksidasi. Karena struktur molekulnya yang kompleks, senyawa ini memiliki kemampuan untuk berikatan dengan berbagai gugus fungsional lainnya, sehingga sangat fleksibel dalam berbagai aplikasi kimia. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya untuk berpartisipasi dalam reaksi yang memerlukan penggunaan reagen organoboron, seperti reaksi Suzuki dan reaksi Kumada.
Di laboratorium Indonesia, senyawa ini digunakan dalam penelitian kimia organik, terutama dalam bidang sintesis senyawa kompleks dan pengembangan obat. Karena ketersediaan dan kehandalannya, senyawa ini menjadi pilihan utama di berbagai institusi penelitian dan universitas yang fokus pada bidang kimia organik.
- Sintesis senyawa heterosiklik dengan reaksi coupling yang memerlukan reagen organoboron
- Pengembangan senyawa kompleks dalam bidang farmasi dan biokimia
- Reaksi Suzuki untuk menghasilkan senyawa aromatik dengan substitusi
- Penelitian tentang reaktivitas senyawa organoboron dalam kondisi berbeda
- Penggunaan dalam proses sintesis senyawa dengan struktur kompleks dan kestabilan tinggi
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 24388-23-6 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Organometallic Reagents > Organoboron [Organometallic Reagents] |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari air |
Senyawa ini harus disimpan dalam wadah kedap udara dan jauh dari sumber air untuk mencegah reaksi hidrolisis. Wadah yang sesuai adalah wadah kaca atau plastik yang tahan terhadap reaksi kimia. Dalam penanganan, harus menggunakan sarung tangan dan masker untuk menghindari kontak langsung dengan kulit atau mata. Senyawa ini juga harus dipisahkan dari bahan-bahan yang bersifat oksidatif atau reduktif untuk mencegah reaksi tidak diinginkan.
—
