1-Phenylpyrazole adalah senyawa kimia yang termasuk dalam kategori heterosiklik, yang memiliki struktur dasar pyrazole dengan substituen fenil pada salah satu atom karbon. Senyawa ini sering digunakan dalam sintesis senyawa kompleks, terutama dalam bidang kimia organik dan farmakologi. Dalam laboratorium, 1-Phenylpyrazole berperan sebagai bahan dasar atau building block untuk pembuatan senyawa dengan aktivitas biologis tertentu, seperti obat-obatan atau senyawa antikanker.
Karena struktur kimianya yang stabil dan reaktivitas yang terkendali, 1-Phenylpyrazole menjadi pilihan yang populer dalam reaksi kimia yang memerlukan substitusi atau modifikasi pada posisi tertentu. Senyawa ini juga memiliki sifat kimia yang memungkinkan reaksi dengan berbagai reaktan seperti alkil halida, asam karboksilat, atau reaktan lainnya yang umum digunakan dalam sintesis senyawa heterosiklik.
Di laboratorium Indonesia, 1-Phenylpyrazole digunakan secara luas dalam penelitian bidang kimia organik, farmakologi, dan material. Bahan ini sangat relevan dalam upaya pengembangan senyawa baru yang memiliki potensi aplikasi dalam bidang medis dan industri.
- Sintesis senyawa heterosiklik untuk pengembangan obat-obatan baru
- Pembuatan senyawa antikanker melalui modifikasi struktur kimia
- Penelitian bidang farmakologi untuk mengeksplorasi aktivitas biologis senyawa baru
- Pengembangan material kimia dengan sifat tertentu untuk aplikasi industri
- Studi struktur dan reaktivitas senyawa heterosiklik dalam reaksi kimia
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | 1126-00-7 |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Padat berbentuk serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup rapat di tempat sejuk dan kering |
1-Phenylpyrazole harus disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dan reaksi dengan udara. Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari paparan sinar matahari langsung dan sumber panas. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka selama tidak digunakan. Gunakan sarung tangan dan masker untuk melindungi diri dari paparan langsung. Pastikan area kerja tetap bersih dan terkontrol untuk mencegah risiko kecelakaan kimia.
- VERWEIJ dkk. (1990). ChemInform Abstract: Pseudo‐Tetrahedral Coordination Compounds of Cobalt, Zinc, Nickel and Iron Halides with 3(5)‐Methyl‐5(3)‐phenylpyrazole. The Crystal and Molecular Structures of Dichlorobis(3‐methyl‐5‐phenylpyrazole)cobalt(II) and Dibromobis(3‐methyl‐5‐phenylpyrazole)zinc(II).. ChemInform doi:10.1002/chin.199005240
- Keij dkk. (1991). A pyrazole ligand yielding both chloro-bridged dinuclear and tetranuclear copper(II) compounds. The crystal and molecular structure of bis[μ-chloro-chloro(3,4-dimethyl-5-phenylpyrazole) (4,5-dimethyl-3-phenylpyrazole)copper(II)] and of (μ4-oxo)hexakis(μ-chloro)tetrakis(3,4-dimethyl-5-phenylpyrazole)tetracopper(II). Inorganica Chimica Acta doi:10.1016/s0020-1693(00)86809-7
- GODDARD (1992). ChemInform Abstract: Antiinflammatory 1‐Phenylpyrazole‐4‐heteroarylalkanoic Acids.. ChemInform doi:10.1002/chin.199214205
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.
