Langsung ke informasi produk
1 dari 1

TCI

CAS 50681-25-9

Pyridazine-4-carboxylic Acid TCI P1907

Pyridazine-4-carboxylic Acid TCI P1907

Identitas Kimia

No. CAS
50681-25-9
PubChem
CID 2761046·SID 135727337
Rumus molekul
C5H4N2O2
Berat molekul
124.10 g/mol
Kemurnian
>98.0%(GC)(T)
Basis data rujukan
ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
pyridazine-4-carboxylic acid
SMILES
C1=CN=NC=C1C(=O)O
InChIKey
JUSIWJONLKBPDU-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.180.450,00
Harga reguler Harga obral Rp 3.180.450,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

Pyridazine-4-carboxylic Acid dari TCI (kode produk P1907) adalah senyawa heterosiklik yang terdiri dari cincin piridazina, yaitu cincin aromatik beranggota enam dengan dua atom nitrogen yang bersebelahan, dan satu gugus asam karboksilat pada posisi 4. Di laboratorium kimia organik dan kimia medisinal, senyawa ini dipakai sebagai building block atau bahan penyusun dasar. Peneliti menggunakannya untuk memasukkan inti piridazina ke dalam molekul yang lebih besar, misalnya kandidat obat, ligan logam, atau material fungsional yang sedang dikembangkan.

Daya tarik utama senyawa ini ada pada perpaduan dua bagian reaktif dalam satu molekul. Gugus karboksilat mudah diubah menjadi amida, ester, atau asil klorida memakai metode kopling yang sudah umum. Sementara itu, cincin piridazina yang kaya nitrogen memberi sifat polar, kemampuan membentuk ikatan hidrogen, dan potensi koordinasi dengan ion logam. Karena itu ahli kimia medisinal sering memakai piridazina sebagai pengganti cincin fenil atau piridina untuk mengatur kelarutan dan interaksi molekul dengan target biologis.

Di Indonesia, bahan seperti ini banyak dipakai oleh kelompok riset sintesis organik di universitas, laboratorium farmasi yang menyiapkan pustaka senyawa untuk uji bioaktivitas, dan mahasiswa pascasarjana yang mengerjakan tesis tentang heterosiklik nitrogen. Kemasan 1 gram cukup untuk beberapa percobaan optimasi reaksi skala kecil sekaligus karakterisasi produk dengan NMR, IR, dan spektrometri massa, sehingga cocok untuk penelitian awal dengan dana yang terbatas.

  • Sintesis amida heterosiklik: gugus karboksilatnya dapat dikopling dengan berbagai amina memakai reagen kopling standar, sehingga menghasilkan turunan piridazina-karboksamida untuk pustaka senyawa kimia medisinal.
  • Pembuatan ester dan turunan asil: asam ini dapat diesterifikasi atau diubah menjadi asil klorida sebagai zat antara reaktif untuk membangun kerangka molekul yang lebih kompleks secara bertahap.
  • Desain ligan koordinasi: atom nitrogen pada cincin dan gugus karboksilat bisa mengikat ion logam bersamaan, sehingga senyawa ini menarik untuk sintesis kompleks logam dan kerangka koordinasi.
  • Studi bioisosterisme dalam desain obat: cincin piridazina dapat menggantikan cincin aromatik lain untuk mempelajari pengaruh posisi nitrogen terhadap kelarutan, polaritas, dan afinitas senyawa terhadap target.
  • Bahan ajar dan riset kimia heterosiklik: struktur yang sederhana tetapi khas membuatnya cocok untuk mempelajari reaktivitas heterosiklik diazina dalam praktikum lanjut dan penelitian tugas akhir mahasiswa.

Merek TCI (Tokyo Chemical Industry), kode produk P1907
Nomor CAS 50681-25-9
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Chemistry > Building Blocks > Heterocyclic Building Blocks
Ukuran kemasan 1g
Bentuk fisik padatan (rincian penampilan tercantum pada label dan sertifikat analisis)
Penyimpanan wadah tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan terlindung dari cahaya

Simpan Pyridazine-4-carboxylic Acid dalam botol aslinya yang tertutup rapat, di tempat sejuk, kering, dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung dan sumber kelembapan. Di iklim Indonesia yang lembap, sebaiknya botol disimpan di dalam desikator setelah dibuka. Saat menimbang, pakai jas laboratorium, sarung tangan nitril, dan kacamata pengaman, lalu kerjakan di lemari asam agar debu tidak terhirup. Jauhkan dari oksidator kuat dan basa kuat, dan selalu baca Lembar Data Keselamatan (SDS) sebelum memakai bahan ini.

  • Rogala dkk. (2024). Ruthenium Complexes with Pyridazine Carboxylic Acid: Synthesis, Characterization, and Anti-Biofilm Activity. Molecules doi:10.3390/molecules29235694

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.