Langsung ke informasi produk
1 dari 2

TCI

CAS 51218-49-6

Pretilachlor, CAS 51218-49-6, TCI P1967

Pretilachlor, CAS 51218-49-6, TCI P1967

Identitas Kimia

No. CAS
51218-49-6
PubChem
CID 91644·SID 160870920
Rumus molekul
C17H26ClNO2
Berat molekul
311.8 g/mol
Kemurnian
>97.0%(GC)
Basis data rujukan
ChEBI·ChemSpider·ECHA
Identifier lengkap (IUPAC, SMILES, InChIKey)
IUPAC
2-chloro-N-(2,6-diethylphenyl)-N-(2-propoxyethyl)acetamide
SMILES
CCCOCCN(C1=C(C=CC=C1CC)CC)C(=O)CCl
InChIKey
YLPGTOIOYRQOHV-UHFFFAOYSA-N
Harga reguler Rp 3.100.650,00
Harga reguler Rp 2.184.000,00 Harga obral Rp 3.100.650,00
Obral Habis
Biaya pengiriman dihitung saat checkout.
Berat
Jumlah
Pembayaran hanya melalui request quotation dan dilakukan setelah tim kami menghubungi Anda. Mohon cantumkan nomor WhatsApp aktif untuk konfirmasi pesanan & pembuatan invoice. Estimasi pengiriman 2-4 minggu setelah pembayaran.

Dokumen Keamanan & Mutu

CoA (Certificate of Analysis)

Spesifik per batch produksi — diterbitkan dan dikirim bersama barang sesuai nomor lot yang Anda terima.

Contoh CoA segera tersedia.

💬 Minta CoA via WhatsApp

Lihat detail lengkap

TCI P1967 Pretilachlor adalah senyawa golongan kloroasetanilida yang dikenal sebagai herbisida pra-tumbuh, terutama digunakan pada budidaya padi sawah untuk mengendalikan gulma rumput dan teki. Di laboratorium, pretilachlor murni berperan penting sebagai standar acuan untuk analisis residu pestisida pada beras, air, dan tanah. Keberadaan standar yang identitasnya terjamin memungkinkan laboratorium keamanan pangan dan lingkungan menetapkan kadar residu secara akurat sesuai metode yang tervalidasi.

Senyawa golongan kloroasetanilida bekerja dengan mengganggu sintesis asam lemak rantai sangat panjang pada tumbuhan yang sedang berkecambah, sehingga gulma gagal tumbuh. Sifat inilah yang membuat pretilachlor menarik untuk dikaji dalam riset fisiologi tanaman, toksikologi lingkungan, dan dampak paparan terhadap organisme non-target. Untuk keperluan analitik, bahan dengan identitas jelas dari produsen bereputasi seperti TCI sangat menentukan, karena kesalahan standar akan langsung tercermin pada kesalahan hasil pengukuran residu.

Indonesia adalah salah satu produsen beras terbesar di dunia, sehingga pemantauan residu herbisida di lahan sawah dan produk pangan menjadi kebutuhan nyata. Laboratorium pengujian pangan, balai penelitian pertanian, dan laboratorium lingkungan dapat menggunakan pretilachlor sebagai standar kalibrasi dalam analisis kromatografi gas maupun cair. Kemasan 5 g dan 25 g memberi keleluasaan, baik untuk kebutuhan standar analitik maupun untuk percobaan biologis berskala lebih besar.

Brosur TCI (PDF)

  • Analisis residu pestisida pangan: dipakai sebagai standar kalibrasi untuk menetapkan kadar residu pretilachlor pada beras dan produk pertanian lain melalui metode kromatografi.
  • Pemantauan lingkungan: berfungsi sebagai bahan acuan dalam analisis cemaran herbisida pada air irigasi, air permukaan, dan sedimen di sekitar area persawahan.
  • Studi fisiologi gulma: digunakan untuk mempelajari pengaruh penghambatan sintesis asam lemak rantai panjang terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal berbagai jenis gulma.
  • Uji ekotoksikologi: membantu menilai dampak paparan herbisida terhadap organisme non-target seperti alga, ikan, dan mikroba tanah dalam percobaan terkontrol.
  • Riset degradasi pestisida: dipakai untuk mengkaji laju penguraian senyawa di tanah atau air, termasuk peran mikroorganisme dan cahaya dalam proses degradasinya.

Merek TCI (kode produk P1967)
Nomor CAS 51218-49-6
Rumus molekul —
Kemurnian —
Kategori Life Science > Cell Biology > Nutrition Research
Ukuran kemasan 5g, 25g
Bentuk fisik mengacu pada label dan CoA produsen
Penyimpanan wadah tertutup rapat, sejuk, kering, jauh dari bahan pangan dan pakan

Pretilachlor adalah bahan aktif pestisida, sehingga harus disimpan dalam wadah asli yang tertutup rapat, di tempat sejuk dan berventilasi baik, terpisah dari bahan pangan, pakan, dan bahan pengoksidasi kuat. Ikuti suhu penyimpanan pada label. Gunakan sarung tangan tahan bahan kimia, jas laboratorium, dan pelindung mata, serta kerjakan di lemari asam bila memungkinkan. Hindari kontak kulit dan pelepasan ke saluran air. Limbah wajib ditangani sebagai limbah B3 sesuai SDS.

  • SHIM dkk. (1990). Studies on the selective mechanism of pretilachlor. II. Absorption, translocation, and metabolism of pretilachlor.. Journal of Weed Science and Technology doi:10.3719/weed.35.245
  • SHIM dkk. (1990). Studies on the selective mechanism of pretilachlor. I. Relation of glutathione content and glutathione S-transferase activity to pretilachlor selectivity in several plant species.. Journal of Weed Science and Technology doi:10.3719/weed.35.25
  • Duc dkk. (2024). Bioaugmentation to enhance degradation of acetochlor and pretilachlor in water and sediment under anaerobic conditions. FEMS Microbiology Letters doi:10.1093/femsle/fnae114

Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.