Phycocyanin dari Spirulina adalah pigmen protein yang berwarna biru kehijauan, yang diperoleh dari alga Spirulina. Bahan ini digunakan dalam berbagai penelitian biokimia dan biologi molekuler untuk studi tentang struktur protein, aktivitas enzimatik, dan sifat optik. Phycocyanin memiliki potensi sebagai bahan aktif dalam aplikasi medis dan nutrisi karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Dalam laboratorium, bahan ini sering digunakan untuk pengujian kualitatif dan kuantitatif, serta dalam penelitian tentang pigmen alami dan peningkatan kesehatan.
Phycocyanin memiliki sifat stabil dalam kondisi tertentu dan memiliki kemampuan untuk menyerap cahaya tertentu, yang membuatnya ideal untuk studi spektroskopi. Bahan ini juga memiliki daya tahan terhadap pH dan suhu yang relatif tinggi, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan penggunaan dalam berbagai kondisi laboratorium. Karena sifatnya yang khas, phycocyanin sering dipilih sebagai bahan referensi dalam penelitian tentang protein dan pigmen alami.
Di laboratorium di Indonesia, phycocyanin dari Spirulina digunakan dalam berbagai bidang seperti bioteknologi, farmasi, dan nutrisi. Bahan ini menjadi pilihan utama untuk penelitian yang memerlukan bahan aktif alami dengan sifat antioksidan tinggi. Ketersediaannya di pasar lokal membuatnya mudah diakses oleh peneliti dan institusi pendidikan.
Produk TCI terkait
- TCI A0306 3326-34-9 5-Aminofluorescein (isomer I)
- TCI I0840 540-38-5 4-Iodophenol [for Biochemical Research]
- TCI Z0001 9010-66-6 Zein from Corn
- TCI U0186 449175-58-0 Sulfo-cyanine 5 Carboxylic Acid Potassium Salt
- TCI T4300 3520-43-2 JC-1
- TCI B4489 151486-56-5 [[(4-Butyl-3,5-dimethyl-1H-pyrrol-2-yl)(4-butyl-3,5-dimethyl-2H-pyrrol-2-ylidene)methyl]methane](difluoroborane)
- Penelitian tentang struktur dan fungsi protein dalam biologi molekuler
- Pengujian spektroskopi untuk analisis sifat optik pigmen alami
- Pengembangan bahan aktif untuk produk nutrisi dan kesehatan
- Studi tentang antioksidan dan efeknya terhadap sel dan jaringan
- Penelitian bioteknologi terkait ekstraksi dan modifikasi pigmen alami
| Merek | TCI |
|---|---|
| Nomor CAS | (tidak ada) |
| Rumus molekul | — |
| Kemurnian | — |
| Kategori | Life Science > Biochemicals and Reagents > Proteins and Derivatives |
| Ukuran kemasan | 5g, 25g |
| Bentuk fisik | Serbuk |
| Penyimpanan | Simpan dalam wadah tertutup dan jauh dari cahaya langsung |
Phycocyanin dari Spirulina harus disimpan dalam wadah tertutup rapat dan jauh dari paparan cahaya langsung untuk mencegah degradasi. Bahan ini juga sebaiknya disimpan dalam suhu kamar dan terhindar dari kelembapan berlebihan. Dalam penggunaan, pastikan wadah tidak terbuka terlalu lama untuk mencegah kontaminasi dan kerusakan fisik. Selalu gunakan sarung tangan dan alat pelindung lainnya saat menangani bahan ini untuk menjaga keamanan dan kesehatan laboratorium.
- Sarada dkk. (1999). Phycocyanin from Spirulina sp: influence of processing of biomass on phycocyanin yield, analysis of efficacy of extraction methods and stability studies on phycocyanin. Process Biochemistry doi:10.1016/s0032-9592(98)00153-8
- Yu (2017). Application of an Ultrafine Shearing Method for the Extraction of C-Phycocyanin from Spirulina platensis. Molecules doi:10.3390/molecules22112023
- Doke (2005). An Improved and Efficient Method for the Extraction of Phycocyanin from Spirulina sp. International Journal of Food Engineering doi:10.2202/1556-3758.1037
Referensi dihimpun otomatis dari Crossref dan setiap DOI diverifikasi keberadaannya. AMI Scientific tidak berafiliasi dengan penulis maupun penerbit.